Tampilkan postingan dengan label PW-PTK 2018. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PW-PTK 2018. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 Juni 2018

JOGJA PANUTAN, JOGJA MENYATUKAN

Jogja Panutan, Jogja Menyatukan

Jogja dijuluki dengan kota pelajar, sehingga dapat kita jadikan acuan dan panutan khususnya dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. Dengan adanya julukan “Jogja Kota Pelajar” maka kualitas pendidikan di Jogja seharusnya sudah lebih baik jika dibandingkan dengan kota lainnya khususnya di Indonesia.
Besarnya minat para pelajar untuk menuntut ilmu di Jogja juga merupakan salah satu faktor pendukung dikatakan Jogja kota pelajar. Selain dari pada itu, sekolah di Jogja memiliki nilai plus tersendiri perihal pengalaman. Para pelajar yang berada di Jogja hampir dari seluruh daerah yang ada di Indonesia, karena ini menjadi kemudahan mereka dalam bertukar pikiran dan mendapat banyak teman baru selain dari daerahnya sendiri. Hal ini membuat mereka menjadi semakin banyak pengalaman dari teman-teman baru.
Tidak ada ilmu yang tidak diajarkan di kota ini, Universitas-Universitas megah, bermutu dan berdaya saing tinggi banyak terdapat di Jogja, salah satunya Universitas Gadjah Mada (UGM) yang merupakan universitas pertama berdiri pada zaman kemerdekaan, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Islam Indonesia, Institut Seni Indonesia dan lain-lain. Saat ini lebih dari 100 perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta berdiri di kota Jogja.
Pelajar dan mahasiswa yang belajar di Jogja dan merupakan pelajar yang berasal dari luar daerah. kebanyakan dari mereka setelah menyelesaikan belajarnya, mereka kembali ke daerah asalnya dengan tujuan untuk memajukan daerahnya dari hasil belajar yang ia dapatkan. Namun ada beberapa pelajar dari luar daerah juga yang menetap di Jogja. Karena selain menyediakan tempat belajar, Jogja juga memberikan lapangan pekerjaan.
Banyaknya pelajar dari luar  daerah  Jogja yang menuntut ilmu di kota Jogja ini membuat pemerintah masing-masing kota dari luar daerah membangun asrama khusus bagi daerahnya sendiri seperti, asrama daerah provinsi Riau, asrama kabupaten Indragiri hilir (asrama IPRY Indragiri Hilir), asrama IKPM Jawa Barat (Asrama Kujang), dan lain sebagainya. Asrama-asrama tersebut langsung dikelola oleh pemerintah masing-masing daerah yang dibuat dikawasan kota Jogja untuk memudahkan pelajar diluar daerah yang merantau mencari ilmu di kota Jogja. Dan menjalin silaturahmi antar pelajar yang berasal dari daerah yang sama.
Jogja juga merupakan kota budaya, karena banyaknya kebudayaan khas yang berasal dari Jogja dan tentunya tidak ada di daerah lainnya. Kebudayaan khas Jogja yaitu adanya upacara-upacara adat dan kesenian-kesenian khas, dengan adanya kebudayaan ini menjadikan Jogja berbeda dengan daerah lain
Yogyakarta memiliki makanan khas yaitu Gudeg. Menurut informasi yang di dapat dari salah satu anggota kontingen Jogja, “Gudeg berbahan dasar nangka muda di campur santan dan membutuhkan waktu berjam-jam untuk menunggu makanan ini masak. Selain itu, terdapat jajanan khas yang berasal dari Jogja yaitu Bakpia yang terbuat dari campuran kacang hijau dan gula merah yang dibalut menggunakan tepung lalu dipanggang. Ketika berjalan ke Jogja tentulah tidak afdhol rasanya jika tidak mencicipi makanan khasnya.
Minuman khas dari Jogja yaitu wedang uwuh kata kak robi yang merupakan salah satu anggota kontingen. Kak robi menambahkan “Wedang uwuh adalah minuman dengan bahan-bahan yang berupa dedaunan mirip dengan sampah”. Dalam bahasa Jawa, wedang berarti minuman, sedangkan  uwuh berarti sampah. Wedang uwuh disajikan panas atau hangat memiliki rasa manis dan pedas dengan warna merah cerah dan aroma harum. Konon dikisahkan bahwa ada seorang raja yang sedang bersemedi di malam hari dan meminta pengawalnya membuat minuman yang dapat menghangatkan tubuhnya. Pengawal itu kemudian membuatkan wedang secang yang diletakkan di bawah pepohonan, tanpa di sengaja jatuhlah dedaunan ke dalam gelas tanpa sepengetahuan raja, namun raja sangat menikmatinya. Itulah sejarah singkat wedang uwuh yang sangat menarik diceritakan oleh kak Robi sebagai ketua putra dari kontingen Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Informasi di atas penulis dapatkan di bumi perkemahan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau pada kegiatan Perkemahan Wirakarya Perguruan Tinggi Keagamaan (PW PTK) bersama utusan terpilih dari Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta yang beranggotakan 16 orang, yaitu Robi Maulana AlhakimRahmat AAkbarMuhammad Putra Abdul AzizSofyan ArifinAfwan HudaRidho HardiansyahAhmat MulhasinFuat Abdul AzizEndah Zahrani,  Aisyah Zahrani M.HNindi TresnaniNoviana Hesti KSilvia RahmawatiMelisia Windia, dan Ulfa Rahmani.
Salah satu dari anggota kontingen Jogja menjelaskan bahwa kota Jogja disebut dengan “kota istimewa karena Jogja dipimpin oleh seorang Sultan, dan setiap Sultan akan menurunkan tahta kepada anak laki-lakinya sebagai penerus jika ia sudah meninggal dunia. Sehingga tidak ada periode yang ditentukan secara khusus untuk masa jabatan. Jogja memiliki 2 kerajaan yang pertama kesultanan yogyakarta dan kedua kesultanan pakualaman. Gubernurnya secara otomatis merupakan Sultan dari kesultanan yogyakarta sedangkan wakil gubernur merupakan Sultan dari kesultanan pakualaman. Hal ini mengakibatkan di Jogja tidak ada pemilihan gubernur, yang ada hanyalah pemilihan walikota.
Jogja juga dikenal dengan banyak tempat wisata yaitu salah satunya Pantai Parangtritis yang merupakan sebuah gerbang gaib untuk menghubungkan dunia nyata dan kerajaan Nyai Roro Kidul. Bahkan setiap tahunnya  pihak Kraton Kesultanan Yogyakarta selalu melakukan ritual arung sesaji yang dikenal dengan nama Labuhan yang sudah dilakukan sejak zaman Sultan Hamengkubuwono I hingga sekarang, lokasinya yaitu di kecamatan Kretek, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Yogyakarta selalu mengadakan karnaval setiap tahun yang biasanya diadakan pada bulan Oktober dengan mengangkat tema tersendri, seperti tema kebudayaan, pendidikan, nasionalisme dan lainnya. Pada saat ini banyak dari tiap sekolah atau daerah di Yogyakarta menampilkan pakaian kreasi hasil tangan mereka sendiri, dan juga memakai pakaian adat. Daerah yang dekat dengan kesultanan masyarakatnya menggunakan pakaian adat daerah Jogja dalam keseharian.
Banyak keunikan dan ciri khas dari kota Jogja ini, yang paling khas adalah pada bulan puasa di Yogyakarta, yaitu banyak masjid hingga musholla yang menyediakan takjil dan menu buka puasa gratis (makanan beserta lauk pauk). Uniknya, menu buka puasa sudah tersebar melalui media sosial sebelum Ramadhan tiba. Setiap hari menunya berbeda-beda yang memungkinkan berita tersebar luas secara cepat khususnya dikalangan Mahasiswa.
Anggota PW PTK dari UIN SUKIJA memiliki kesan pertama ketika memasuki UIN SUSKA RIAU yaitu kawasan kampus yang luas dan mahasiswa yang bernuansa Islami menjadikan kampus terasa sangat nyaman. Mahasiswanya sangat ramah dan menghargai tamu yang datang dari sabang sampai merauke. Budaya melayu sangat terasa karena pakaian melayu dijadikan sebagai salah satu seragam sekolah yang dikenakan setiap hari Jum’at.

Jumat, 01 Juni 2018

LAMPUNG SI RAJA PISANG

LAMPUNG SI RAJA PISANG
Lampung adalah povinsi yang terletak di ujung selatan Pulau Sumatra. Beragam destinasi wisata yang ada di Provinsi Lampung ini banyak menghasilkan buah pisang, diantaranya Teluk Kiluan, Way Kambas, Gunung Anak Krakatau dan ditempat wisata lainnya. Sehingga Lampung terkenal dengan produksi pisang terbanyak di Indonesia.
Keunggulan buah pisang yang ada di Lampung di akui oleh berbagai kalangan di Indonesia. Salah satunya Henky Kurniawan yang merupakan aktor asal Indonesia. Menurut beliau Lampung adalah salah satu daerah yang menghasilkan pisang terbaik. Sehingga henky mendirikan tempat makan dengan menu dasar pisang di Lampung. Banyak jenis makanan khas Lampung yang berasal dari olahan pisang yang bisa dijadikan buah tangan ketika mengunjungi kota Lampung, seperti pie pisang, kripik pisang, sate pisang, dan jenis lainnya.
Selain berciri khas pisang, Lampung juga dikenal dengan Festival Krakatau Lampung. Festival ini menjadi salah satu kebanggaan masyarakat Lampung yang hampir diadakan setiap tahun, dengan tema budaya dan tradisi khas Lampung. Agenda utama yang selalu dinanti wisatawan adalah tur ke Gunung Anak Krakatau. Tidak hanya itu, kita bisa melihat keindahan pesta pantai yang digelar pada pantai cantik di kota Lampung, seperti Pulau Tangkil dan Pantai Mutun di Kabupaten Pesawaran, Lampung. Aktivitas lainnya seperti snorkelingfun swimming, bermain layang-layang, food festival, hingga berbagai perlombaan lainnya. Festival ini menjadi wadah untuk mempromosikan Gunung Krakatau sebagai destinasi wisata. Namun, juga bertujuan untuk mengenalkan lokasi wisata lainnya seperti Pulau Pahawang, Teluk Kiluan, Air Terjun Putri Malu, serta Taman Nasional Way Kambas ke wisatawan.
Pendidikan yang ada di kota Lampung sudah maju. Hal ini lah yang membuat penulis ingin mengetahui pendidikan yang ada di Lampung. Silva Devani sebagai peserta PW PTK XIV yang diadakan di kampus madani UIN Suska Riau, mengatakan “Pendidikan yang ada di kota Lampung sudah maju yaa, sama halnya dengan kota-kota lainnya yang ada di Indonesia. Sekolah-sekolah yang ada disana sudah merata menggunaakan kurikulum 2013 bahkan full day pun sudah diterapkan di seluruh sekolah di Kota Lampung”. Kota Lampung sangat tanggap dengan kebijakan yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan, namun tidak secara keseluruhan. Di perkampungan atau di desa masih belum tersentuh dengan pendidikan yang memadai. Khususnya di Lampung Selatan yang masih kurangnya sarana dan prasarana dalam pendidikan. Oleh karena itu, aktivis pramuka yang ada di IAIN Lampung membangun sebuah perpustakaan di desa. “Kami anak pramuka IAIN Lampung sudah membangun sebuah perpustakaan di sebuah desa. Itu gunanya agar penduduk disana bisa memiliki pengetahuan dengan membaca buku-buku yang disediakan. Dan kami juga berharap bisa melakukan ini di berbagai desa yang belum mempunyai perpustakaan agar pendidikan di Lampung merata dengan ilmu karena adanya perpustakaan” itulah yang disampaikan oleh Rita Setianingsih selaku peserta dari kontingen Lampung yang menginginkan pendidikan di Lampung bisa dirasakan seluruh kalangan baik di kota maupun di desa.



KEINDAHAN DARI UJUNG TIMUR INDONESIA

“KEINDAHAN DARI UJUNG TIMUR INDONESIA”
Jaya Pura adalah ibu kota dari provinsi Papua, dan merupakan kota yang terletak paling timur di Indonesia atau di ujung timur Indonesia. Jaya berarti kemenangan dan Pura yang berarti kota, dengan itu jaya pura dijuluki dengan kota kemenangan. Kota Jaya Pura juga di kenal sebagai “ Hongkong diwaktu malam”, dikarenakan pada saat malam hari kota Jaya Pura penuh dengan cahaya dan sangat indah, bukit-bukit bermandikan cahaya dari lampu rumah-rumah penduduk dan di jalan-jalan tampak terang oleh cahaya dari lampu kendaraan yang lewat. Jaya Pura memiliki keindahan alam yang luar biasa terutama pada pantainya, Disana pantainya lebih asri. Selain Raja Ampat yang sudah mendunia, ada juga wisata yang baru dan tak kalah hitsnya dibandingkan raja ampat yaitu, Pantai Base G, Pantai Dok 2, Pantai Harlem, Pantai Tablanusu, Pantai Hotelkamp, Pantai Pasir 2 Jayapura, Pantai Pasair 6, Pantai Hamadi. Selain pantai ada juga tempat wisata yang tak kalah terkenalnya dijayapura yaitu Air Terjun Cyclop Sentani, Teluk Youtefa, Kali Biru Genyem Jaya Pura, Danau Imfote, Danau Sentani, Bukit Teletabis, Pesawat Tengah Hutan, dan masih banyak lagi tempat wiasata yang menarik dan indah di Jaya Pura. Selain akan Keindahan alamnya, di Jaya Pura juga sangat terkenal akan budayanya.
Budaya yang ada di Jaya Pura terkenal dengan banyaknya suku Pedalaman. Jaya Pura juga memiliki beberapa kebudayaan seperti tarian cendrawasih, tarian mambri, dan lainnya. Rumah adat suku Pedalaman yang terkenal yaitu rumah honay, rumah yang terlihat seperti jamur. Rumah honay memiliki dinding yang terbuat dari bambu sedangkan atapnya terbuat rumput lalang. Rumah ini memiliki tinggi 4 meter dan luasnya sekitar12-16 meter. Uniknya lagi, rumah honay tersebut tidak tembus oleh hujan, rumah tersebut kokoh dengan rumput lalangnya yang kuat. Agama di Jaya Pura yaitu islam dan kristen, tetapi yang lebih mendominasi di Jaya Pura yaitu kristen, sehingga daerah tersebut dijuluki sebagai tanah injil.
Peradaban masyarakat tradisional di Papua sangatlah kental akan adatnya, dan juga  suku Pedalaman yang tidak  peduli dengan adanya pendidikan, ini selaras dengan pendapat Kak Siddiq salah satu kontingen IAIN fattahul Muluk, menurut beliau pendidikan di Papua itu sendiri sangatlah minim sekali, karena masih banyak daerah pelosok yang tidak mengenyam pendidikan. Papua yang kaya akan sumber daya alamnya membuat mereka merasa cukup, tetapi tertinggal oleh pendidikannya itu sendiri. Berbeda dengan di Jaya Pura, pendidikannya sudah cukup bagus dan lengkap. Seperti SD, SMP/MTS, SMA/ MA dan universitasnya. Salah satunya yaitu IAIN Fattahul Muluk
IAIN Fattahul Muluk baru saja diresmikan pada tanggal 9 April 2018, yang mana sebelumnya STAIN Fattahul Muluk. IAIN Fattahul Muluk memiliki 2 fakultas dan 4 jurusan saja, yaitu fakultas tarbiyah (Pendidikan Agama Islam dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah), fakultas Syariah (Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah dan Ekonomi Syariah Muamalah).
Dengan adanya kegiatan PW PTK ke 14 di UIN SUSKA Riau ini membuat para perwakilan Jaya Pura senang, karena dapat memperkenalkan budaya serta tradisi yang ada di daerah mereka. Salah satunya yaitu rumah adat honay yang terbuat dari bambu dan rumput lalang yang menunjukkan khas dari Papua tersebut. Bambu-bambu tersebut dibawa langsung dari daerah asal mereka. Kak Siddiq berpendapat bahwa  kampus UIN SUSKA Riau terlihat seperti kubah masjid, sehingga beliau berfikir awalnya itu memang masjid. Sangat berbeda sekali di kampus mereka, menurut beliau kampus UIN SUSKA sangat identik dengan islam, dari gedung-gedungnya seperti kubah masjid hingga mahasiswanya yang banyak memakai baju gamis. Bangunan yang ada di Riau ini khususnya Pekanbaru menurut beliau sangat bagus.







Kontingen IAIN Fattahul Muluk



“PONTIANAK BUMI KHATULISTIWA”


PONTIANAK  BUMI KHATULISTIWA
Kota Pontianak adalah ibu kota provinsi Kalimantan Barat, yang merupakan salah satu provinsi di indonesia.  Kota Pontianak berada tepat di 00 garis khatulistiwa, sehingga kota tersebut terkenal dengan bumi khatulistiwa. pontianak merupakan salah satu kota di indonesia yang dilalui garis khatulistiwa. Kota yang dilalui oleh garis khatulistiwa lainnya yaitu seperti di kota Riau tepatya di daerah Dusun Tua Kab.Pelalawan dan di Lipat Kain Kab. Kampar, perlintasan Riau-Sumatera Barat di Kab.50 kota, dan lain-lainnya. Pontianak sebagai penanda bumi khatulistiwa  mendirikan sebuah tugu khatulistiwa di Sintani bagian utara kota Pontianak, yang merupakan tonggak garis ekuator yang di bangun pada tahun 1928 oleh seorang ahli geografi yang berasal dari belanda. Setiap 2 tahun sekali tepatnya tanggal 21-23 maret dan 21-23 september akan ada peringatan titik kulminasi matahari di tugu khatulistiwa. saat jam 12.00 siang, pada saat itu matahari akan berada tepat di atas kepala, sehingga siapapun baik orang maupun benda yang berdiri di sekitar tugu khatulistiwa tidak akan memiliki bayangan, dan akan muncul kembali 1 menit setelahnya. Bahkan uniknya lagi, pada saat kejadian tersebut jika telur di letakkan dengan posisi berdiri di pelantaran tugu, maka telur tersebut akan tetap berdiri dan tidak menggelinding.
Pontianak memiliki sejarah tentang asal usul pemberian nama pontianak. nama    pontianak berasal dari nama hantu perempuanyaitu kuntilanak. kisah ini diceritakan oleh kakak-kakak dari kontingen IAIN Pontianak yang menampilkan drama tentang kisah tersebut pada saat pentas seni yang diselenggarakan PW PTK di UIN SUSKA Riau. Diceritakan bahwa ketika Syarif Abdurrahman bersama rombongan menyisir hutan untuk mencari tempat yang dijadikan sebagai tempat pemukiman. Saat merekaberadadidaerah pertemuan sungai Kapuas Kecil, sungai Kapuas Besar dan sungai Landak, para rombongan diganggu oleh suara jeritan dan tangisan mengerikan yang datangnya dari arah tengah hutan yang diduga berasal dari makhluk astral, yaitu kuntilanak. banyak anggota rombongan yang merasa ketakutan daningin segera menyelesaikan pekerjaan kemudian pulang. Disebabkan gangguan yang dialami oleh para rombongan, Syarif Abdurrahman merasa bahwa suara-suara itu sangat mengganggu rombongannya dan menghambat pekerjaanmereka. Dengan inisiatifnya, Syarif Abdurrahman membawa meriam ke hutan dan menembakkan meriam tersebut kearah sumber suara, kemudian suara-suara mengerikan tersebut berangsur-angsur menghilang sehingga pekerjaan dapat dilakukan dan para rombongan merasa tenang.
Peristiwa tersebut dijadikan salah satu tradisi didaerah pontianak yang disebut festival meriam karbit, yang dilakukan di sungai Kapuas. Adapun kebudayaan melayu lainnya seperti zikir hadrah, tari zapin, tanjidor, khitaman al-qur’an, pertunangan, pernikahan, dan lain sebagainya. Selain tradisi melayu terdapat juga budaya dan tradisi dari tionghoa, seperti barongsai, cap go meh, dan atraksi naga, dan juga tradisi dari dayak yaitu gawai dyak atau naik bango. Banyaknya  budaya dan tradisi yang ada di pontianak ini dikarenakan kota pontianak yang didominasi oleh etnis melayu, tionghoa dan dayak. Kota  pontianak mayoritas beragama islam kurang lebih 75% dan sisanya memeluk agama lainnya. Mata pencaharian kota pontianak sebagian besar dalam bidang perindustrian, pertanian, dan perdagangan.
Pendidikan di kota Pontianak sudah mulai baik. Windu Arif Habibi salah satu anggota kontingenIAIN Pontianak mengatakan, ”pendidikan dipontianak, seperti SD, SMP/MTS, SMA/MA, untuk di kotanya sudah cukup bagus. akan tetapi untuk di daerah terpencil dan sekitarannya kalimantan barat masih kurang baik, dari segi fasilitas maupun tenaga pendidiknya”. Dengan keterbatasan jarak rumah kesekolah, membuat anak-anak di kalimantan barat harus menginap di rumah saudaranya. Keterbatasan-keterbatasan tersebut disebabkan akses jalan yang sangat kurang memadai dan jarak yang juga cukup jauh dari sekolah. Banyak daerah terpencil di Kalimantan Barat yang hanya memiliki satu sekolah saja dalam satu desa misalnya SD, jika mereka ingin melanjutkan sekolah kejenjang selanjutnya maka harus melanjutkannya di desa lain. Berkemungkinan disebabkan oleh kurang meratanya alokasi pendidikan, serta kurangnya kepedulian dari pihak perangkat desa. Universitas yang ada di kota Pontianak kurang lebih terdapat 20 universitas, baik negeri maupun swasta. Salah satu nya yaitu Institut Agama Islam Negeri Pontianak (IAIN Pontianak). IAIN Pontianak merupakan salah satu kontingen pramuka yang mengikuti PW-PTK yang di adakan di UIN SUSKA Riau.




“ GORONTALO HARTA KARUN INDONESIA”

GORONTALO HARTA KARUN INDONESIA


Sebagian besar Gorontalo terdiri dari daerah pegunungan yang membentang dari utara ke selatan. Tentang panoramanya tidak usah diragukan lagi, karena Gorontalo adalah salah satu harta karun Indonesia yang memiliki keindahahan yang sangat menakjubkan.Salah satunya harta karun yang ada di Gorontalo yaitu Flora dan Fauna. Di Gorontalo kita dapat menjumpai flora dan fauna unik yang terdapat di gunung-gunung dan hutan, seperti Anoa, Tarsius, Burung Maleo dan Babi Rusa, dan spesies langka lainnya. Pembaca juga dapat menemukan harta karun di hutan Gorontalo, karena hutannya memiliki seribu keindahan, dipenuhi pohon ebony, lingua, nantu, meranti, dan rotan. Teluk Tomini di bagian selatan laut Gorontalo adalah surga bagi para penyelam karena dilintasi oleh garis khatulistiwa dan secara alami ditinggali oleh beragam jenis hewan laut yang langka. Jika kita membahas semua keindahan yang ada di Gorontalo maka tidak ada habisnya.             Contohnya saja salah satu kebudayaan yang ada di Gorontalo yang masih ada sampai sekarang yaitu tradisi Tombilatohe atau malam pasang lampu.Tradisi malam pasang lampu ini membuat semua jalan di Gorontalo menjadi terang. Banyak wisatawan yang ingin melihat acara ini, dan bukan hanya wisatawan lokal, tetapi juga wisatawan interlokal.
Sama halnya dengan daerah-daerah lainnya. Kurangnya pemerataan pendidikan menjadi salah satu faktor pendidikan diindonesia yang belum mencapai tujuan pendidikan nasional. Amar Olii salah satu anggota kontingen IAIN SULTAN AMAI Gorontalo mengatakan bahwa, “Pendidikan di Gorontalo bagian perkotaan sendiri sudah bagus, tetapi di desa-desanya masih kurang akan fasilitas sekolah, sehingga perlunya peningkatan baik dari segi sarana maupun prasarana”. Pemerintah Kabupaten Gorontalo juga terus berusaha membangun kualitas pendidikan yang baik, dan memberikan perhatian penuh pada pembangunan bidang pendidikan, terbukti sekarang Gorontalo sudah masuk 10 besar untuk pendidikan terbaik di Indonesia
Gorontalo juga mempunyai beberapa sekolah favorit atau sekolah unggulan, yaitu SMAN 1 Gorontalo, MAN  MODEL,  MAN Insan Cendikia, dan masih ada lagi.  MAN Insan Cendikia  merupakan sekolah unggulan di Gorontalo dan juga merupakan sekolah yang diprogramkan oleh BJ Habibie dan sekolah tersebut gratis. Tetapi jika siswanya nilainya turun, atau tidak naik kelas maka siswa tersebut dikeluarkan dari sekolah tersebut. MAN Insan Cendikia sudah terkenal dikalangan masyarakat gorontalo, masyarakat luar daerah, hingga seluruh indonesia. Lain halnya dengan universitas islam di Gorontalo, disana hanya mempunyai satu universitas islam  saja yaitu IAIN Sultan Amai Gorontalo.
 IAIN Sultan Amai inilah yang menjadi universitas islam satu-satunya di Gorontalo, yang mana masih dalam proses untuk menuju menjadi UIN, selebihnya terdapat universitas umum. IAIN Sultan Amai sudah dapat dikatakan bagus,dari segi sarana dan prasarana yang sudah mendukung dalam proses pembelajaran. IAIN Sultan Amai Gorontalo memiliki beberapa fakultas, yaitu tarbiyah, pekon, syariah, dan ushuludin.

Minggu, 27 Mei 2018

BATIK PEKALONGAN TIADA TANDINGANNYA


BATIK PEKALONGAN TIADA TANDINGANNYA
Kota Pekalongan merupakan kota yang dikenal dengan keberagaman kebudayaannya baik itu tradisi, objek wisata, dan karya seninya. Sehingga Pekalongan  menjadi salah satu kota yang dipandang sebagai kota kreatif dunia yang terkenal hingga kemancanegara. Adapun ragam budaya yang paling unik dan terkenal adalah batik, hal ini disampaikan oleh kak Rudy Priyo Digjoyo, beliau merupakan ketua dewan racana dari kontingen IAIN Pekalongan, mahasiswa jurusan Pendidikan Agama Islam semester VI, serta menjadi narasumber penulis ketika berada di dekat tenda perkemahan PW PTK ke-XIV se-Indonesia di Uin Suska Riau. Ciri khas batik Pekalongan sangat berbeda dengan kota lainnya, perbedaannya terletak pada kekuatan warna batik yang cerah, inspirasi batik ini berasal dari keberagaman budaya daerah, kemudian dituangkan dalam goresan motif  batik Pekalongan. Inilah sebabnya, Pekalongan mempunyai motif batik yang sangat beragam dan indah. Motif batik asli yang berasal dari Pekalongan sendiri adalah motif Jlamprang ujar kak Rudy, yaitu suatu motif yang berbentuk semacam nitik dari Yogyakarta dan disebut juga motif batik geometris, biasanya berupa lingkaran maupun segitiga. Pembuatan batik ini membutuhkan waktu paling sedikit tiga bulan dan paling lama bisa bertahun tahun, hal ini tergantung pada proses pengerjaannya dan jumlah para pekerjanya. Pekalongan biasanya mengadakan event-event kebudayaan dengan tema  yang berbeda untuk setiap tahunnya dan dilaksanakan di Museum Batik, misalnya pada tahun 2017 dengan tema “Pekan Batik Pekalongan”, event ini diadakan untuk menyambut Hari Batik Nasional ke-8.
Aktivitas membatik tidak hanya dilakukan di lingkungan masyarakat saja, namun juga di lingkungan sekolah formal, beberapa sekolah formal menyediakan belajar membatik sebagai muatan lokal. Mereka mempelajari motif dan teknik membatik yang bertujuan untuk melestarikan budaya lokal. Berbicara mengenai sekolah formal, Pendidikan di Pekalongan juga terkenal dengan nuansa islaminya, sehingga Pekalongan dijuluki sebagai kota santri, seperti yang diungkapkan oleh kak Rudy. Hal ini juga dikarenakan banyak pesantren yang didirikan di kota pekalongan, mengingat penduduk di Pekalongan mayoritasnya islam, sehingga akan lebih mudah jika masyarakat ingin memperingati hari besar islam, baik di lingkungan masyarakat umum maupun di lingkungan sekolah. Namun dilihat dari segi pemerataan pendidikan di Pekalongan, pendidikannya masih sama dengan kota lain, pastinya masih ada kekurangan dibagian desa dibandingkan bagian kota, di daerah Pekalongan ini sudah hampir semua sekolah diperhatikan pemerintah, baik itu sarana dan prasarana maupun guru yang mengajar disekolah tersebut. Berbeda dengan di desa, masih banyak sarana dan prasaran yang kurang memadai seperti, gedung yang rusak, kurangnya media belajar, serta kurangannya tenaga pengajar, Selain itu jika dilihat dari kurikulum yang telah ditetapkan oleh pemerintah, pendidikan di Pekalongan masih Pro dan kontra akibat diberlakunya Kurikulum 2013. Bagaimana tidak, guru muda masih mempunyai banyak waktu untuk mempelajari berbagai metode pembelajaran serta menyesuaikan kemampuan berdasarkan Kurikulum 2013, sedangkan guru yang sudah berumur jelas kesulitan dalam mengaplikasikan Kurikulum 2013,  kata kak Rudy yang antusias membahas masalah pendidikan di Pekalongan. Akan tetapi pemerintah sendiri telah melakukan banyak upaya untuk menanggulangi permasalahan yang muncul, seperti memberikan pelatihan khusus yang terbukti sangat membantu guru di daerahnya. Disamping itu, Kurikulum 2013 juga mewajibkan sekolah untuk mengadakan ekskul pramuka, oleh karena itu kampus IAIN Pekalongan menjadikan pramuka sebagai salah satu mata kuliah wajib di Jurusan PGMI. Adapun obyek wisatanya juga kerap dikaitkan dengan ilmu pendidikan dan pengetahuan tentang batik khas pekalongan, seperti International Batik Centre (IBC) dan Museum Batik, tempat tersebut memberikan banyak informasi mengenai batik Pekalongan, sangat cocok dijadikan sebagai tempat belajar sekaligus jalan-jalan atau yang biasanya kita sebut dengan study tour..
Bagaimana jika kita sudah berada di Pekalongan namun tidak mengetahui objek wisata unik apa yang mau dikunjungi, nah tenang  saja ujar kak Rudy. Pekalongan tidak sah kalau belum berkunjung ke salah satu obyek wisata dan akan rugi jika tidak sampai ke tempat wisata yang ada di Pekalongan ini. Misalnya  objek wisata alam Pekalongan memiliki nuansa alam yang berbeda dan memiliki keunikan tersendiri, selian itu objek wisata Pekalongan juga beragam diantaranya, Pantai Pasir Kencana, Pantai Sigandu, Bukit Pawuluhan Pekalongan, Gunung Kendalisodo, Wisata Hutan Manggrove, dan Terowongan Cinta. Naah... Sebanyak itu obyek wisata yang ada, sayang sekali jika kita melewatkan kesempatan jalan-jalan ini!! Tapi, biar bagaimanapun tetaplah berhati-hati jika berada di Kota orang! Apalagi ditempat ini nih.. Salah satu tempat wisata Pekalongan yang sangat terkenal dengan mistisnya yaitu Pantai Utara, karena disana terdapat Dewi Lanjar (murid Nyi Roro Kidul) yang diyakini sebagai penguasa cantik di Pantai Utara tersebut. Ketika berada di pantai tersebut kita dilarang berenang, kita hanya bisa melihat keindahannya saja. Konon katanya dewi tersebut dahulunya hilang, tersesat dan tidak kembali ke rumahnya. Jadi masyarakat meyakini bila ada anak mereka yang hilang, maka Dewi Lanjar lah menyembunyikan anak tersebut. Kita harus mampu menjaga kesopanan (perkataan maupun tingkah laku) terutama di Pekalongan, agar tidak terdapat gangguan yang merugikan. Karena tidak ada ruginya juga jika kita selalu berkata dan bertingkah laku baik ketika berhadapan dengan orang yang baru serta di tempat yang baru kita kunjungi. Namun semua orang punya masalalu termasuk bumi Allah ini, masalalu ini cukup untuk kita ketahui bersama dan mengikuti peraturan yang ada selagi tidak ada pihak yang dirugikan, selanjutnya semua kebenaran kembali kepada Allah SWT.
Lain lagi dengan tradisi, masyarakat Pekalongan khususnya Kecamatan Pekalongan Barat, mereka biasanya menggelar sedekah bumi sebagai ungkapan rasa syukur kepada Sang Pencipta. Kegiatan ini dimeriahkan dengan pegelaran wayang kulit semalaman, dan diselingi dengan pengajian serta penampilan rebana di balai kelurahan setempat, sambung kak Rudi. Selain itu, ada tradisi 1 April yang merupakan tradisi unik mengenai Panen Raya Pekalongan, tradisi ini diikuti oleh tiga agama yaitu, Islam, Kristen, dan Hindu, mereka bersatu dan mengadakan do’a bersama demi kemajuan kota Pekalongan. Hal ini dibuktikan dengan adanya Masjid, Gereja, dan Klenteng yang saling berdekatan di kawasan museum batik. Tradisi ini menunjukkan tingginya toleransi beragama di Pekalongan. Kemudian dalam menyambut bulan suci Ramadhan, diadakan do’a bersama di Masjid atau di jalanan dengan disuguhkan nasi tumpeng sebagai ciri khasnya. Khusus di kabupaten Panjang, ada ritual “pelemparan kepala kerbau” ke laut untuk memberi makan para hewan yang ada disana. Selain tradisi yang rutin dilakukan, pekalongan juga memiliki berbagai makanan khas yang wajib dinikmati oleh pencinta kuliner nusantara.
Makanan khas dari pekalongan tersebut yaitu Sego Megono yang terbuat dari nangka muda lalu diiris dan dicampurkan dengan bumbu khas Pekalongan, Akan lebih nikmat jika dicampur dengan tempe mendoan kata kak Rudy. Makanan khas lainnya yaitu soto khas Pekalongan (Tauto), yakni soto dengan bumbu tauco. Terakhir yaitu Pindang Tetel Semacam rawon tapi lebih encer, terbuat dari daging sapi yang dipotong atau ditetel menjadi ukuran yang kecil, dan masih banyak lagi makanan-makanan khas dari Pekalongan. Makanan khas Pekalongan memang menggugah selera begitu pula dengan minuman khasnya yang juga tidak kalah nikmat, minuman khas ini bernama Kopi Tahlil yang sebenarnya adalah kopi yang dibuat dengan seduhan rempah, seperti jahe, kapulaga, cengkeh, kayu manis, pandan, serai, dan pala. Minuman ini berkhasiat mampu menghangatkan tubuh, biasanya diminum dengan ditemani ketan.
Penulis mendapatkan informasi yang sangat bermanfaat ini dari Kontingen Institut Agama Islam Negeri Pekalongan yang mengikuti acara PW PTK ke-14 se-Indonesia di Pekanbaru, Riau. Tepatnya di kampus Madani UIN SUSKA Riau. Dalam acara ini IAIN Pekalongan membawa anggota sebanyak 18 orang dan 2 kakak pembina, 18 orang tersebut terdiri dari 9 putra dan 9 putri, berikut nama-namanya : Rudy Priyo Digjoyo (Ketua Dewan Racana Putra), Kholilah, Tyas Prasetyo, Aru Maulana, Diky Aditya, Dwiyanto Arjun Wibowo, Bayu Dwi Prayoga, Arifnal Huda, M.Arif Himawan, Syariful Maulana, Triana Agustina, Yuni Cahaya Ningrum, Intan Setya Rini, Siti Mutmainnah, Nikmatul Muftikhah, Kurotul Ain, Nailal Ilmi, dan Rahmawati Nur Agustin. Serta kakak pembinanya yaitu kak Jawar Ali dan kak Allin. Dalam kesempatan ini penulis mewawancarai Ketua Dewan Racana yaitu Kak Rudy Priyo Digjoyo dan 2 orang anggotanya (putra). Informasi yang disampaikan sangat membuat penulis menghayalkan kejadian yang sebenarnya, seakan-akan penulis sedang mengelilingi kota Pekalongan dan menikmati beberapa keindahan serta keberagaman budaya Pekalongan. Ditambah karya seninya yang diakui oleh mancanegara yaitu Batik Pekalongan.. Kuy..!! Ke Pekalongan..!!! Biar apa coba…?? Kali aja dapat Batik gratis.. asik tauuuu…!!! Sekian informasi yang penulis dapatkan dari Pekalongan sang Kota Batik, terimakasih… J
Mahasiswa Pendidikan Matematika di Pekalongan: