Tampilkan postingan dengan label Resensi The Ron Clark Story II. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Resensi The Ron Clark Story II. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Juni 2018

Taare Zameen Par II


RESENSI FILM


Judul Film                   : Taare Zameen Par ( Every Child Is Special )
Sutradara                     : Aamir Khan
Penulis Naskah            : Amole Gupte
Creative Director        : Amole Gupte
Produser                      : Aamir Khan
Produksi Productions : Aamir Khan
Penyunting Film          : Deepa Bhatia

Pemain/ Pemeran         :
-          Darsheel Safary
-          Aamir Khan
-          Tanay Chheda
-          Sachet Engineer
-          Tisca Chopra
-          Vipin Sharma
Negara                         : India
Bahasa                         : Hindi/English
Tempat                        : New Era School ( Panchgani ) dan St. Xaviers School ( Mumbai )
Durasi Film                 : 150 menit
Tanggal di Rilis           : 21 Desember 2007
Peresensi                     : Eliza Kurniati Amin

            Buku merupakan gudangnya ilmu. Dengan adanya buku kita mendapatkan banyak ilmu. Sedangkan membaca merupakan samudranya ilmu. Kita tau bahwa setiap anak itu memiliki kemampuan dalam menyerap ilmu yang berbeda-beda. Dan setiap anak itu juga memiliki imajinasi yang berbeda pula. Dengan adanya buku dan pandai membaca, semua itu tidak berarti tanpa adanya pengorbanan seorang guru yang tak kenal lelah dan bosan dalam mengajarkan peserta didiknya.
            Dalam film ini yaitu Film Taare Zameen Par menceritakan tentang seorang anak yang bernama Ishaan Nandkishore Awasthi ataupun sering di panggil Ishaan. Ishaan berumur 9 tahun yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Ishaan adalah seorang anak yang berbeda dari teman-temannya yang lain. Jika dibandingkan dengan teman-temannya dan kakaknya yang sangat pandai yang bernama Yohan Awasthi, Ishaan termasuk orang yang sangat lamban dalam memahami sesuatu yang diberikan kepadanya. Bahkan sering di anggap bodoh dan nakal oleh orang-orang di sekitarnya. Hal itu terjadi karena ia selalu mendapatkan nilai yang di bawah rata-rata, tidak pernah mengerjakan tugas sekolah (PR), dan ia juga merupakan salah satu murid yang tidak pandai membaca. Setiap tulisan yang ia baca itu terlihat seperti tulisan yang menari-nari. Kakak Ishaan yang bernama Yohan Awasthi, ia adalah anak yang sangat cerdas dalam semua pelajaran terutama di bidang olahraga. Kakaknya suka membantu adeknya dalam belajar. Ibunya yang bernama Maya Awasthi juga sudah sering sekali membantu Ishaan dalam belajar. Namun Ishaan selalu aja salah dalam menulis, membaca ataupun mendengarkan kata-kata dari orang tua,orang lain,teman-teman dan gurunya sendiri. Dan ayahnya bernama Nandkishore Awasthi, ayahnya ini tidak menyadari akan kekurangan dari anaknya Ishaan, ia selalu saja memaksa dan menuntut Ishaan agar terus belajar dan belajar agar tidak tertinggal nantinya. Ayah nya selalu menganggap Ishan ini malas, nakal dan bodoh. Bukan ayahnya saja yang berangapan Ishaan seperti itu, teman-temannya pun juga sering mengejek Ishaan bodoh sehingga Ishaan marah dan sering berkelahi dengan temannya. Bahkan gurunya sendiri pun sering memarahi Ishaan karena kekurangan nya itu.
            Setelah orang tua Ishaan menyadari dan yakin bahwa anaknya itu memiliki kemampuan yang kurang, ayah Ishaan memindahkan ishaan ke sekolah asrama tujuan nya agar Ishaan dapat berubah dan menjadi anak yang pintar nantinya. Ibunya Ishaan tidak menginginkan hal itu, tetapi ayahnya tetap bersikeras untuk memindahkan Ishaan ke sekolah asrama. Dengan berat hati sang ibu berusaha menerima keputusan ayahnya. Dan disini Ishaan pun juga tidak menginginkan hal itu, karena Ishaan selalu ingin dekat dengan keluarganya. Padahal nyatanya Ishaan bukanlah seorang anak yang malas dalam belajar akan tetapi ia memang benar-benar tidak bisa karena keterbatasannya itu. Di bandingkan belajar Ishaan lebih suka berimajinasi  dan bermain. Imajinasi Ishaan biasanya di kembangkan melalui lukisan ataupun gambar yang sering di buatnya di buku,kertas,bahkan di tembok kamarnya. Ishaan sangat pandai dalam hal menggambar dan melukis. Hanya saja orang tuanya selalu menilai itu hal yang salah sehingga membuat Ishaan malas dalam belajar. Setelah malam sang ayah berunding dengan sang ibu, beberapa hari nya Ishaan pindah sekolah ke sekolah asrama. Ishaan sangatlah sedih akan hal itu, ibu dan kakaknya juga sedih dengan keputusan ayahnya. Karena di asrama Ishaan tidak tinggal lagi bersama dengan keluarganya, melainkan tinggal bersama teman-teman sekolah asramanya. Setelah beberapa hari merasakan sekolah yang baru, hal ini bukan merupakan keputusan yang baik, justru memperburuk keadaan. Karena di sekolah itu Ishaan sangat merasa tertekan dan suka menyendiri. Bahkan banyak sekali teman-temannya yang mengejeknya dan banyak juga guru-guru yang memarahinya dalam belajar. Hal ini membuat Ishaan semakin terpukul, dan ia hanya bisa menangis dan membrontak di dalam hati saja. Setelah berhari-hari melalui nya tanpak jelas dari wajah Ishaan yang prustasi akan hal itu. Dandanannya yang tidak terurus, rambut yang berantakan, bahkan matanyapun sudah hitam bagaikan mata panda karena ia sulit menerima semua yang ia lalui saat itu. Sehingga orang tua Ishaan kembali menemuinya di asrama, ibu dan kakaknya sedih melihat kondisi Ishaan. Bahkan kakak Ishaan mengajak Ishaan untuk pergi bersama keluarganya. Dan pada malam hari itu Ishaan pun beristirahat bersama keluarganya dan tertiduk di pelukan ibunya. Sang ibu pun merasa sangat sedih melihat Ishaan. Dan keesoka hari nya Ishaan masih merasa sedih dan berdiri di sebuah pagar dekat atas sekolah dengan bermenung. Ishaan memiliki seorang teman yang baik yang bernama Rajan Damodaran. Ia adalah siswa yang baik dan sangat pintar di kelas. Akan tetapi ia juga memiliki kekurangan fisik yaitu kakinya yang sebelah lumpuh. Tapi Rajan tidak pernah putus asa akan hal itu. Saat Ishaan berdiri di atas pagar , Rajan berlari ingin menemui Ishaan sampai ia terjatuh karna tidak kuat untuk berlari. Dan Ishaan pun menolongnya untuk berdiri, lalu Rajan memberitahukan kepada Ishan bahwasanya guru yang galak itu bernama pak Holker telah pindah sehingga di gantikan dengan guru yang baru. Akan tetapi mendengar hal itu tidak membuat Ishaan senang sedikitpun, ia tetap saja merasa takut dan tak ingin untuk belajar. Mereka berdua berharap guru yang baru itu tidak sama dengan pak Holker yang galak.
            Hingga pada suatu hari, tibalah seorang guru baru yang bernama Ram Shankar Nikumb. Guru ini mengajar pelajaran kesenian di sekolah itu. Hari pertama ia mengajar di kelas Ishaan. Ia membuat suasana yang sangat menyenangkan dan seru di kalas, mengawali suatu pembelajaran dengan menari dan bernyanyi. Pak Ram mengajar dengan lebih mendekatkan diri pada anak didiknya. Hal itu membuat semua siswa senang dan bergembira, akan tetapi berbeda dengan Ishaan, ia hanya diam dan tidak senang sama sekali dengan hal tersebut. Ketika memulai pembelajaran, guru Ram meminta semua anak-anak untuk melukis bebas di sebuah kertas. Lalu ia berkeliling untuk melihat kerja siswanya, lalu ia berhenti tepat didepan meja Ishaan, ia melihat kertas Ishaan masih kosong belum tercoret apapun. Guru Ram berfikir bahwa Ishaan maih mencari inspirasi apa yang meski Ishaan buat. Akan tetapi setelah beberapa menit kemudian pak Ram kembali lagi melihat hasil kerja siswanya, lagi-lagi Ishan belum membuat gambar ataupun lukisan apapun. Pak Ram bertanya kepada Ishaan dan Ishaan hanya diam saja. Disinilah Pak Ram penasaran kenapa Ishaan seperti itu dan terlihat tidak tertarik dengan belajar seperti teman-temannya yang lain. Dari hal ini pak Ram mulai mencari tau tentang latar belakang dan apa yang sebenarnya terjadi pada anak ini. Pak Ram sering mencari informasi dari Rajan temannya Ishan, dan dari buku-buku catatan Ihsaan selama ini. Setelah melihat buku-buku catatan Ihsaan, pak Ram terkejut karena melihat Ihsaan menulis dengan kata yang dibalik. 
Setelah melihat buku-buku catatan Ihsaan, pak Ram menyimpulkan bahwa Ishaan memang berbeda, menurutnya Ihsaan mengalami dyslexia yaitu kesulitan dalam membaca dan menulis. Hal ini membuat pak Ram memutuskan untuk pergi ke rumah keluarga Ihsaan untuk mencari tau dan mencoba memberi pengertian kepada orang tua Ishaan bahwa anaknya itu berbeda dengan anak yang lainnya. Namun orang tua Ihsaan yang tidak mengerti tetap bersikeras bilang bahwa anaknya itu anak yang malas, nakal dan tidak mau belajar. Pak Ram melihat lukisan yang dibuat Ihsaan di tembok kamarnya, di situ pak Ram menyadari bahwa Ihsaan memiliki kemampuan melukis dan berimajinasi yang hebat. Pak Ram pun berusaha untuk menjelaskan kepada keluarga Ihsaan akan kemampuan anaknya tersebut. Setelah di jelaskan dan diberitahu, barulah keluarga Ihsaan mulai mengerti bahwa anak mereka memiliki bakat dan kelebihan yang tidak dimiliki oleh orang lain, karena Ihsaan mampu membuat suatu karya tulis menakjubkan yang bahkan orang dewasa sulit untuk membuatnya.
Setelah itu pak Ram bertekad untuk membantu Ihsaan dalam mengatasi kesulitannya dalam belajar dan berusaha untuk melihatkan kepada semua orang bahwa Ihsaan bukanlah siswa yang malas, nakal ataupun bodoh. Pak Ram ingin menunjukan kepada orang tua,kepala sekolah,guru-guru, bahkan teman-teman Ihsaan bahwa Ihsaan memiliki kemampuan yang sulit dimiliki oleh orang lain. Dengan izin kepala sekolah, mulailah pak Ram untuk membantu Ihsaan. Awalnya iya memberikan suatu motivasi kepada Ihsaan bahwa Ishaan tidaklah sendiri dengan keterbatasannya. Pak Ram memperlihatkan beberapa foto orang-orang terkenal,sukses yang memiliki keterbatasan seperti Ihsaan juga. Akan tetapi mereka terus berusaha dan berusaha untuk berubah sehingga merekapun menjadi orang-orang yang sangat luar biasa yang kita kenal dan jasanya diingat terus sampai saat ini. Setelah memberikan motivasi hari-hari berikutnya pak Ram mulai mengajarkan Ihsaan dalam beberapa hal yang menarik seperti dalam pelajaran ia membantu Ihsaan untuk mengajari angka-angka dan huruf-huruf. Disini tampak sekali pak Ram dalam mengajari menggunakan cara atau teknik yang menarik dan menyenangkan diantaranya seperti membuat suatu kotak yang berisikan pasir untuk menuliskan huruf dan juga menggunakan papan yang berisi kotak-kotak untuk menuliskan angka. Setelah berhari-hari pak Ram berusaha untuk membantu Ihsaan. Dengan kesabaran dan ketekunan pak Ram dalam mengajar Ihsaan untuk mengatasi kesulitannya itupun berhasil. Ihsaan tidaklah memiliki nilai-nilai di bawah rata-rata lagi di raportnya. Itu membuat kedua orang tua Ihsaan senang dan terharu bahkan guru-gurunyapun bangga dengan Ihsaan.
Pada suatu hari Pak Ram mengadakan lomba melukis yang di ikuti oleh seluruh siswa hinga guru. Hal ini bertujuan untuk memperlihatkan kemampuan Ihsaan dalam mengambar ataupun melukis. Akhir dari film ini sangatlah mengharukan, dimana ketika Ihsaan menjadi seorang bintang dalam perlombaan melukis itu. Lukisannya sangatlah indah dan bernilai tinggi jika di jual. Bahkan lukisan Ihsaan pun mengalahkan indahnya lukisan yang dibuat pak Ram yang pandai juga dalam hal melukis. Bakat Ihsaan pun di akui oleh semua orang. Ketika diumumkan siapa pemenang dalam melukis tersebut Ihsaan sangat merasa malu untuk maju ke atas panggung, tetapi ketika iya melihat wajah pak Ram yang sangat senang akan hal itu dan berharap lebih kepada Ihsaan untuk mampu ataupun bisa sampai saat ini, muncullah kebaranian Ihsaan untuk maju keatas panggung. Ketika Ihsaan berjalan menuju panggung semua orang memberikan tepuk tangan yang meriah. Dan suasana pun menjadi haru dan sedih ketika Ihsaan menerima penghargaan. Lalu kemudian Ihsaan pun berlari menuju pak Ram dengan air mata kebahagiaan dan memeluknya. Semua orang-orang yang melihatnya sedih dan terharu melihatnya. Bahkan keluarga Ihsaan pun dating untuk melihat bakat dan kemampuan anaknya. Keluarganya sangat bangga kepada Ihsaan dan mengetahui bakat yang dimiliki Ihsaan tersebut.

Kelebihan : Di dalam film ini kita bisa melihat bahwa setiap anak itu memiliki kemampuan,bakat serta keberuntungan yang berbeda-beda. Ketika seorang anak tidak mampu untuk melakukan sesuatu, kita seharusnya sebagai orang tua ataupun pendidik harus tau apa dan ada apa alasannya kenapa anak tersebut tidak mampu karena malas atau pun memang keterbatasan kemampuannya juga. Film ini juga mengajakarkan kepada kita, dalam hal mendidik anak kita tidak boleh terlalu keras ataupun kasar, karena anak yang masih berumur segitu yang masih dalam proses perkembangan membutuhkan dukungan ataupun motivasi serta didikan yang menyenangkan bagi mereka. Karna jika mereka mendapat didikan yang terlalu keras itu akan berpengaruh terhadap mental dan jiwa anak karena anak takut dan tertekan untuk belajar. Kelebihan cover nya juga sangat menarik.
Sedangkan kekurangan : dari film ini adalah menurut saya setelah saya menonton film ini, saya kurang tergambar akan metode apa yang digunakan oleh pak Ram dalam mengajarkan Ihsaan untuk bisa berubah untuk menjadi anak yang lebih baik lagi dalam belajar. Menurut saya hal ini mungkin dikarenakan karena durasi yang terlalu singkat, sebab kita tau untuk mengetahui metode apa yang digunaka seorang pendidik itu membutuhkan waktu yang cukup panjang. Jadi seharusnya lebih di jelaskan lagi mengenai metode yang di pakai oleh pak Ram ini. Sehingga kami sebagai calon pendidik nantinya mengetahui apa hal yang baik di lakukan jika menemukan anak yang seperti ini dikelas.
Kesimpulan : Film Taare Zameen Par ini merupakan film yang layak untuk kita tonton bagi kita seoarang pendidik dan orang tua.  dalam film ini banyak sekali makna yang dapat kita ambil salah satu nya disini pengarang mengajarkan kepada kita untuk menjadi diri sendiri dan selalu untuk mengembangkan bakat dan kemampuan yang kita miliki. Melalui film ini menegaskan bahwa setiap anak memiliki keistimewaan.
Kritik dan masukan : Seharusnya film nya di perpanjang lagi durasi nya sehingga jelas makna tentang pendidikan di dalam nya. Terkhusus mengenai metode yang digunakan pak Ram tadi masih kurang jelas apa metode yang digunakannya dalam mengajar siswa.
Sekian dan terima kasih, Selamat membaca                         

Peresensi by :
Eliza Kurniati Amin
Mahasiswa Jurusan Pendidikan Matematika
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan
UIN SUSKA Riau

THE RON CLARK STORY II

KEAHLIAN LANGKA Mr. CLARK
Data/Identitas Film:
Judul Film                   : The Ron Clark Story
Sutradara                     : Randa Haines
Penulis Naskah           : Annie de Young dan Max Enscoe
Produser(s)                  : Jody Brockway, Howard Burkons, Tom Cox, Brenda Friend, Adam    Gilad, Paul Jackson, Craig McNeil, Murray Ord, dan Jordy Randall.
Pemeran                      :
     ·         Mtthew Perry sebagai Ron Clark
     ·         Judith Buchan sebagai Kepala Sekolah di SD Beaufort
     ·         Griffin Cork sebagai Hadley
     ·         Jerry Callaghan sebagai Ayah Ron Clark
     ·         Cj Jackman-Zigante sebagai Yolanda
     ·         Brandon Mychal Smith sebagai Tayshawn
     ·         Ernie Hudson sebagai Mr. Turner
     ·         Marty Ronaghan sebagai Jacky Vasques
     ·         Micah Williams sebagai Julio Vasques
     ·         Bren Esatcott sebagai Bdriyah
     ·         Baljeet Balagun sebagai Ayah Badriyah
     ·         Hannah Hudson sebagai Shameika Wallace
     ·         Candus Churchiil sebagai Doretha Wallace
     ·         Isabelle Deluce sebagai Alita
     ·         Lashonda Mitchell sebagai Raquel
     ·         Pamela Crawford sebagai Ms. Benton
     ·         Aziza Sindhu sebagai Dokter.
Musik                          : Joanie Diener
Sinematografi              : Derick dan Underschult
Penyunting                  : Heather Persons
Tanggal Rilis               :13 Agustus 2006
Durasi                          : 96 menit
Negara                         : United States
Bahasa                         : English
Pembukaan
The Ron Clark Story merupakan kisah nyata seorang guru yang memiliki keahlian dalam meningkatkan nilai kelas siswa SD dengan membuat berbagai peraturan kelas dan berbagai metode pembelajaran yang membuat siswa mudah menerima ilmu dan nyaman berada di kelas. Kisah ini diperankan oleh Mtthew Perry sebagai Ron Clark, Judith Buchan sebagai Kepala Sekolah di SD Beaufort, Griffin Cork sebagai Hadley, Jerry Callaghan sebagai Ayah Ron Clark, Cj Jackman-Zigante sebagai Yolanda, Brandon Mychal Smith sebagai Tayshawn, Ernie Hudson sebagai Mr. Turner, Marty Ronaghan sebagai Jacky Vasques, Micah Williams sebagai Julio Vasques, Bren Esatcott sebagai Bdriyah, Baljeet Balagun sebagai Ayah Badriyah, Hannah Hudson sebagai Shameika Wallace, Candus Churchiil sebagai Dpretha Wallace, Isabelle Deluce sebagai Alita, Lashonda Mitchell sebagai Raquel, Pamela Crawford sebagai Ms. Benton, dan Aziza Sindhu sebagai Dokter. Film ini disutradarai oleh Randa Haines.
Isi
The Ron Clark Story mengisahkan tentang seorang guru yang yang tidak pernah berhenti memberikan motivasi kepada siswanya untuk terus belajar dan mempunyai mimpi besar dengan berani mengambil resiko, selain itu dia juga merupakan guru yang memiliki kreatifitas yang mampu merubah nilai siswa, setiap hari dalam proses pembelajaran Mr. Clark selalu merubah metode pembelajarannya agar mudah dimengerti oleh siswa,  meski apapun yang sudah terjadi padanya dalam proses pembelajaran, beliau tidak pernah lelah untuk terus memperjuangkan siswanya. Sifatnya yang kreatif dan pantang menyerah membuatnya mampu menaikkan nilan Ujian Nasional siswa SD.
Ron Clark atau biasa dipanggil Mr. Clark adalah seorang guru yang mempunyai keahlian dalam bidang menaikkan nilai test Ujian Akhir Sekolah (UAS) ditingkat Sekolah Dasar, beliau pertama kali mengawali karirnya sebagai seorang guru di Sekolah Dasar yang ada di Kota Beaufort, di sekolah tersebut beliau berhasil menjadikan nilai test siswa kelas 4 SD sebagai hasil test terbaik nomor satu di Kota Beaufort selama empat tahun berturut-turut. Atas kerja keras beliau, pihak sekolah memberikan hadiah/kejutan berupa ukiran nama di bagian pinggir parkiran sekolah tersebut, nama ukirannya “Ron Clark 1994”. Tak lama setelah kejadian tersebut Mr. Clark memutuskan pindah ke New York.
New York adalah kota impian Mr. Clark. Di kota ini beliau tinggal dengan menyewa kamar dalam hitungan jam, setiap 1,5 jam sekali beliau membayar uang sewa kamarnya. Di New York Mr. Clark mendatangi beberapa sekolah yang sebelumnya beliau ketahui dari Yolanda, Yolanda adalah perempuan yang memiliki banyak berita tentang New York sekaligus perempuan yang merupakan pemilik kamar sewa per-1,5jam. Setelah melamar pekerjaan dibeberapa sekolah namun tak kunjung diterima, akhirnya beliau mendapat pekerjaan bertepatan dengan keluarnya seorang guru yang mengundurkan diri dari sekolah tersebut.
Pada hari itu Mr. Clark dikenalkan dengan kelas yang memiliki nilai test ujian tertinggi setiap tahun oleh Mr. Turner, Mr. Turner adalah kepala sekolah yang memiliki antusias terhadap nilai test ujian siswa, namun tidak untuk kelas yang berada dihadapannya. Kelas tersebut berhadapan dengan kelas yang memiliki nilai test ujian terendah dari seluruh kota New York dengan siswa yang mempunyai banyak masalah dalam pelajaran, disiplin, dan keahlian sosial, bahkan pada tahun sebelumnya sudah 6 guru yang mengundurkan diri sebelum Natal karena tidak sanggup menghadapi kelas tersebut. Mulai hari senin atas izin Mr. Turner, Mr. Clark mengajar di sekolah ternama yaitu “Inner Harlem Elementary School”
Minggu, sebelum hari senin, Mr. Clark mengunjungi beberapa rumah siswa yang akan di ajarkannya besok. Berbagai perangai anehpun mulai terlihat dari siswanya. Tibalah hari Senin! Mr. Clark mengawali kelasnya yang kacau dengan memaparkan kata “Dream Big!” dan “Take Risks” yang artinya adalah “Mimpi Besar!” dan “Ambil Resiko”, namun siswa semakin mengejeknya dengan berbagai bentuk, dari yang hanya berupa perkataan ejekan sampai membuang buku ke lantai. Lalu Mr. Clark memberikan nasehat kepada siswa dengan memaparkan kata  “Rule #1 We Are Family” yang artinya “Peraturan #1 Kita Adalah Keluarga”, lagi-lagi siswa mengejeknya sampai bel istirahat berbunyi. Hari ke-2 Mr. Clark kembali ke sekolah dengan merubah warna dinding kelas menjadi warna biru, dan lagi-lagi diejek siswa, namun perubahannya, saat jam istirahat Mr. Clark berdiri di luar pintu dengan membawa toples untuk sampah permen karet dari mulut siswa. Hari ke-3 Mr. Clark hadir dengan membawa peraturan kelas yang dibuatnya sendiri, yaitu “Rule #1 We Are Family, Rule #2 We Respect Each Other, Rule #3 We Will Form a Line to Enter and Exit Class and The Go to Lunch”, dan siapapun yang melanggar peraturan itu maka namanya akan ditulis di papan tulis, jika terjadi 2 kali maka akan dilakukan pemeriksaan, dan jika sampai ketiga kali, daaaar!! belum selesai Mr. Clark menjelaskan peraturannya, salah satu siswa melempar buku ke arah papan tulis lalu keadaan kelas menjadi kacau kembali. Bel berbunyi untuk istirahat.
Jam istirahat berlangsung, tanpa sengaja Mr. Clark mendapatkan Julio sedang berkumpul di bawah tangga membicarakan taruhan Mr. Clark akan berhenti mengajar beberapa hari lagi, Mr. Clark lalu menegur Julio. Lanjut untuk hari ke-4, Mr. Clark sedikit membuat kelas aman dalam proses pembelajaran karena beliau sudah menjalankan peraturan yang dibuatnya, lalu bel istirahat berbunyi, semua siswa berlarian ke arah pintu namun sayang pintu dikunci oleh Mr. Clark. Sesuai peraturan, semua siswa harus berbaris untuk menuju ruang makan, tidak boleh memotong barisan dan tidak boleh ada yang duluan, harus bersama-sama dan jujur. Jika tidak, maka semuanya tidak akan makan siang. Hari itu berlangsung sesuai peraturan. Namun pada hari ke-5, Mr. Clark datang dengan keadaan kelas yang sudah dihancurkan oleh siswanya, meja berserakan serta dinding yang dipenuhi dengan pilok, namun tak seorang siswa pun hadir pada hari itu. Hari ke-6 Mr. Clark kembali ke sekolah dengan keadaan kelas yang sudah rapih dan bersih, beliau merapikan dan membersihkannya sendiri sebelum pelajaran dimulai, siswa hanya merasa aneh dan tetap tidak menyukai Mr. Clark. Selepas istirahat, Tayshawn dan Julio tiba-tiba berkelahi sebelum pelajaran dimulai, melihat kejadian itu Mr. Clark bergegas melerai mereka. Hari ke-7 tepat satu minggu Mr. Clark menjadi guru di sekolah tersebut, pagi itu Mr. Clark menanyakan Tugas Jurnal yang diberikannya beberapa hari yang lalu, namun tak seorang siswa pun menyelesaikan tugasnya dengan berbagai alasan yang tidak wajar, alasan dari Shameika akhirnya membuat Mr. Clark sangat geram dan marah dan akhirnya Mr. Clark merasa kesal lalu keluar dari kelas dengan mengatakan “You Win” artinya mereka telah memenangkan taruhan atas keluarnya Mr. Clark dari sekolah tersebut. Kelas menjadi berisik dan tidak beraturan kembali, namun raut wajah Shameika terlihat seperti menyesal. Hari berikutnya Tayshawn mengadu kepada Mr. Turner bahwa Mr. Clark telah memberhentikan dirinya sebagai guru, namun ketika Mr. Turner dan Julio sampai di kelas, Mr. Clark sudah berada di tempat duduk guru dengan mejanya yang penuh susu coklat.  
Hari itu Mr. Clark membuat kesepakatan dengan siswanya, apabila semua siswa mau tenang dan mendengarkan materi, maka setiap 15 detik sekali Mr. Clark akan meminum susu coklatnya. Semua siswa setuju dan sangat antusias mendengarkan penjelasan Mr. Clark, setiap ada siswa yang berbisik ataupun tertawa, siswa yang lain memperingatkannya untuk diam, maka setiap 15 detik sekali Mr. Clark meminum susu coklat sampai habis, hasilnya semua siswa bisa mendapatkan ilmu dari pelajaran hari itu. Artinya Mr. Clark berhasil menjalankan misinya. Selanjutnya saat jam istirahat, Shameika  dan teman-temannya sedang bermain lompat tali, kembali Mr. Clark datang dan membuat kesepakatan, “apabila saya bisa melakukan permainan ini, maka kita akan melompat berdua dan kamu boleh bertanya apapun tentang kelas 7 (1 SMP)” tantang Mr. Clark. Sepakat! Setelah beberapa kali gagal melakukannya akhirnya Mr. Clark berhasil melakukan permainan lompat tali berdua dengan Shameika. Dan lagi! Mr Clark berhasil membaur dengan siswanya. Perlahan Mr. Clark mulai bersahabat dengan siswa, ini adalah trik Mr. Clark. Mr. Turner datang dan mengetahui hal itu, akibatnya Mr. Clark diberi peringatan untuk tidak menjadi seperti anak-anak yang sedang bermain tersebut, dalam percakapan itu Mr. Turner hanya menuntut semua siswa untuk lulus tes tanpa mengetahui proses dan faktor yang terjadi selama pembelajaran. Berbeda dengan Mr. Clark yang selalu memperhatikan keseluruhan siswanya mulai dari sikap sampai kelebihan dan kekurangan setiap siswa yang berbeda-beda. Namun kejadian dari Mr. Turner tidak mematahkan semangat Mr. Clark untuk terus mengajar. Hari berikutnya Mr. Clark memulai pembelajaran dengan memberikan motivasi mengenai mimpi besar, di mejanya sudah ada kue ulang tahun yang besar diatasnya ada lilin sebanyak siswa yang ada di kelas tersebut lalu semua siswa dan Mr. Clark pun mengenakan topi ulang tahun berbentuk kerucut. Hasil dari motivasinya adalah mengarahkan agar siswa yang mempunyai mimpi besar datang kepadanya dan ikut menyalakan lilin yang ada, setiap siswa mendapatkan satu lilin untuk dinyalakan. Meski ada satu siswa yang masih tidak peduli dengan pembelajaran Mr. Clark, namun beliau tidak memaksakan semua harus ikut melakukannya. Hari berikutnya Mr. Clark kembali ke sekolah, kali ini beliau mengajar dengan dance agar siswa dapat  mengingat pembelajaran dengan cara menari sambil menyanyikan materinya. Dan yeaaah! Mr. Clark berhasil membuat suasana kelas menyenangkan sehingga semua siswa ikut menari dan menyanyikan materinya. Hari selanjutnya adalah pembagian nilai tes pertama, hampir rata-rata siswa mendapatkan nilai A, namun pada hari itu Tayshawn tidak hadir. Diperjalanan pulang, Mr. Clark mencari Tayshawn hanya untuk membagikan kertas tesnya yang berisi nilai B. Siang itu Mr. Clark menawarkan dirinya untuk membantu siswa yang kesulitan dalam membuat tugas dengan cara mentraktir siswa makan siang untuk hari besok.
Tayshawn ragu untuk menerima tawaran Mr. Clark, akhirnya siswa yang pertama dan terakhir datang adalah Julio, mereka belajar sambil bermain kartu. Selesai dari Julio, Mr. Clark mengunjungi rumah Shameika untuk membantunya menyelesaikan tugas jurnalnya, namun tak lama Buk Benton datang menitipkan tiga anaknya kepada Shameika, hal ini membuat mereka sibuk mengurus ketiga anak itu, hingga akhirnya ibu Shameika pulang dan mendapati Mr. Clark berada dirumahnya bahkan membuatkan makan untuk Shameika dan tiga anak tadi.
 Ibu Shameika marah dan mengadukan hal ini kepada Mr. Turner. Mr. Turner sepakat untuk memecat Mr. Clark, dengan sedih Shameika membela Mr. Clark untuk tidak dipecat. Keluar dari ruangan Mr. Turner, Mr. Clark memberitahu Ibu Shameika tentang kelebihan putrinya untuk mendapatkan perhatian dan ruang dirumahnya, Ibu Shameika tertarik dan setuju dengan Mr. Clark. Hari berikutnya Mr Clark mendapatkan lukisan dengan kata “Only”, namun sayang karena lukisan itu Tayshawn dan Julio kembali bertengkar, akibatnya wali/orangtua Tayshawn dan Julio dipanggil ke sekolah. Kejadian ini selesai dengan pembelaan Mr. Clark yang meminta siswa untuk tetap sekolah. Beranjak dari masalah perkelahian, ada masalah yang lebih penting yaitu Ujian Nasional.
Ujian Nasional akan dilaksanakan 8 minggu lagi, setiap malam Mr. Clark mempersiapkan semua bahan ajar yang akan diajarkannya besok hari sampai larut malam, hal ini membuatnya terkena penyakit Radang Paru-paru dan harus berhenti mengajar selama dua minggu, beliau memberikan materi dengan video yang sebelumnya sudah dipersiapkan. Siswa memperhatikan video Mr. Clark dengan sungguh-sungguh dan di awasi oleh Mr. Turner. Namun saat Mr. Clark sembuh dari penyakitnya dan kembali ke sekolah, beliau kecewa karena siswa tidak menunjukkan perubahan yang meningkat. Meski demikian Mr. Clark kembali memberikan motivasi untuk membangkitkan semangat siswa agar percaya diri untuk menghadapi Ujian Nasional. Tibalah hari Ujian Nasional, Mr Clark sangat khawatir menunggu siswa mengerjakan soal Ujian Nasional. Siswa mengerjakan soal dengan serius sampai ujian selesai. Selesai ujian, Mr. Clark memberi hadiah kepada semua siswa untuk menikmati permainan di Broadway, mereka pergi pada malam hari setelah hari itu. Namun lagi-lagi Tayshawn tidak pergi karena keadaannya malam itu sangat buruk. Mr. Clark mencarinya lalu membawanya ke kediaman Mr. Turner. Hari yang ditunggu-tunggu telah tiba.
Hari pemberian penghargaan  dari Mr. Clark untuk semua siswa di kelasnya, sekaligus hari pengumuman hasil Ujian Nasional dari Mr. Turner, hasilnya adalah, kelas Mr. Clark menjadi kelas yang memiliki nilai lebih tinggi dari kelas lain bahkan menjadi nilai tertinggi daripada kelas terhormat. Mr. Clark berhasil melakukan semua misinya dan menaikkan nilai ujian siswa kelas enam SD yang tadinya merupakan kelas terendah. Wooow! Hal ini sangat luar biasa!
Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan:
   1.      Penampilan pemeran sangat menjiwai karakter yang diperankan.
   2.      Banyak ilmu yang bisa didapatkan dari film ini, terutama untuk para guru dan calon guru.
   3.      Setiap karakter yang diperankan dalam film, mampu memberikan gambaran yang cukup baik.
   4.      Film ini sangat menarik, mendidik dan memotivasi, karena filmnya mengangkat tema pendidikan, sesuai dengan guru dan calon guru yang masih membutuhkan referensi untuk mengajar di kelas agar menyenangkan dan mudah dipahami siswa.
Kekurangan:
   1.      Lokasi-lokasi dalam film kurang jelas.
Penutup
Film The Ron Clark Story ini memberi pelajaran dalam hal pendidikan, sebagai guru jangan mudah putus asa untuk selalu berjuang, jangan merendahkan orang lain apalagi siswa yang masih belum tau kemana arah hidupnya, bisa jadi lebih baik dari kita sebagai pendidik. Akui bahwa setiap siswa mempunyai kemampuannya masing-masing dalam bidang yang disukainya. Untuk kita sebagai guru dan calon guru bisa dijadikan referensi dalam hal memilih metode pembelajaran yang menyenangkan. Sebagai guru juga harus selalu mengingatkan siswa untuk semangat dalam belajar, berani mengambil resiko untuk setiap mimpi besar yang diinginkan.


Terimakasih sudah membaca resensi saya, Saya Shinta Hestika (11515202313), Mahasiswa Semester VI Lokal D Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau