Tampilkan postingan dengan label UINSuskaRiau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label UINSuskaRiau. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Juni 2018

HICHKI II


Data/Identitas Film
Judul film        : Hichki
Sutradara         : Sidharth P Mlahotra
Produser          :Aditya Chopra, Sidharth P Malhotra
Sinematografi :Avinash Arun
Distributor       :Yash Raj Films.
Negara             : India
Bahasa             : Hindi
Music              : Hitesh Sonik, Jasleen Royal
Rilis                 :23 Februari 2018

Pemeran
Rani Mukerji                           : Niana Mathur
Mars Mayar                             : Aatish
Sparsh Khanchandani             : Oru Natasha
Supriya Pilgaonkar                  : Sudha Mathur (Ibu Naina)
Neeraj Kabi                             : Mr. Wadia
Asif Basra                               : Shyamlal
Shivkumar Subramaniam        : St. Notker’s
Hussai Dalal                            : Vinay (Adik Niana)
Vikram Gokhale                      : Mr. Khan (Pak Khan)



Hichki menceritakan seorang wanita yang memiliki penyakit sindrom turet dari semenjak kecil, yang bernama Naina Mathur dan dia bercita-cita menjadi seorang guru, Hichki merupakan film drama bollywood yang disutradarai oleh Sidharth Malhotra dan diproduseri oleh Maneesh Sharma dibawa naungan Yash Raj Films. Film Hichki merupakan film yang diadaptasi dari film Bollywood dengan judul Front of The Class di tahun 2008
Cerita dalam film ini diawali dengan Niana melamar pekerjaan disekolah-sekolah untuk menjadi seorang guru tetapi Naina selalu ditolak, sudah 5 tahun ia melamar ke sekolah selalu ditolak, ada 18 sekolah yang pernah didatanginya untuk melamar menjadi guru tetapi hasilnya nihil, kemudian Niana teringat akan masa kecilnya dimana Naina selalu di kucilkan oleh teman-temannya dan sering mengejek nya bahkan menertawakan dan memperagakan cegukan Naina seperti selalu mengatakan wak wak wak ketika Naina ada disekitanya. Bukan hanya teman-temannya saja tetapi gurunya juga merasa jengkel dengan cegukan nya, ayah Naina saja merasa malu dengan penyakit Naina, dan Niana pun mengetahui orang tuanya sudah broken home semenjak d dia kecil, akan tetapi kejadian tersebut tidak lantas membuat Naina putus asa dan dia selalu semnagat dalam mencapai cita-citanya menjadi seorang guru.
Akhirnya Naina mendapatkan sebuah panggilan dari telpon dari St.Notker’s, memberitahukan bahwa dia diterima mengajar disekolah tersebut. Naina sangat bahagia pada saat itu, dan memberitahukan kepada ibu dan adiknya, merekapun ikut senang.


Naina pergi kesekolah tersebut untuk wawancara dengan kepala sekolah dan guru-guru disana, kemudian kepala sekolah St, Noker’s sangat menyukai semangat Naina menanyakan motivasi Naina menjadi seorang guru, Naina menjelaskan bahwa pak Khan lah menjadi motivasinya untuk menjadi seorang guru, pak Khan merupakan penyemangat Naina dalam bersekolah, Naina sangat mengaguminya, beliaulah yang mau menerima kekurangan yang dimilikInya, Naina sudah 12 kali pindah sekolah, dan sekolah pak Khan lah yang ke 13 yang menerima Naina sebagai murid disana seperti hal nya dengan murid normal lainnya.
Kepala sekolah St. Noker’s pun menerima Naina sebagai guru disana dan mengajar dikelas 9f, kelas tersebut dibuka karena berkat ide Hak Asasi Pendidikan yang mana sebelumnya sekolah tersebut hanya sampai kelas 9e, kelas 9f muridnya hanya 14 orang. Kepala sekolahpun menjelaskan kepada Naina bahwa dia diterima di sekolah tersebut karena keadaannya yang tidak biasa, akan tetapi bersikeras ingin mengajar disana dan berjanji tidak akan mengecewakan.
Hari pertama Naina mengajar di St. Nokers, sebelum masuk kekelas Naina masuk keaula sekolah yang mengingatkan akan kenangan indahnya di sekolah tersebut, tak sengaja Naina melihat anak-anak 9f masuk keaula itu juga, Nainapun memperhatikan mereka dari atas, dan melihat apa yang mereka lakukan di aula tersebut ternyata mereka, ada yang bermain judi, ada yang memperbaiki alat rusak, ada yang mau memasak, ada yang berdandan, ada yang bermain sama peliharaannya, ada yang mendengarkan musik sambil beryanyi, dan ada yang merokok. Kemudian anak-anak 9f berbincang tentang guru barunya yaitu Naina, salah satu dari anak-anak tersebut mambuat taruhan berapa lama guru barunya itu bertahan menghadapi mereka, dan mereka semua mengikuti taruhannya, dan kemudian anak-anak tersebut beryanyi bersama.


Loncengpun berbunyi sehingga siswa-siswa masuk kekelas masing-masing, Naina untuk pertama kalinya ia mengajar, ia merasa gugup sehingga membuat ia cegukan, kemudian naina memperkenalkan dirinya dan penyakitnya kepada muridnya, setelah itu Naina mulai mengabsen mereka, tetapi mereka lebih tertarik dengan cegukan naina, dan cegukan tersebut menjadi bahan ejekan mereka dengan sambil beryanyi, Naina mengikuti taruhan yang dibuat olaeh muridnya, kemudian Naina menyuruh mereka untuk belajar, Naina pun merasa ingin duduk dikursi, tak disangka kursinya ambruk dan Naina sangat kaget akan hal tersebut dan Nainapun tersenyum, itu adalah kenakalan pertama yang dibuat anak 9f kepada naina. Masih banyak kenakalan yang dibuat anak-anak 9f tetapi naina tetap sanggup bertahan di kelas tersebut.


Kenakalan yang terakhir lah yang membuat anak-anak 9f sadar, ketika mererka ingin di keluarkan oleh kepala sekolah, tetapi Naina memohon agar mererka tetap bersekolah, kejadian tersebut awal dari anak-anak 9f mulai sadar dan sayang Naina, dan menumbuhkan semangat untuk belajar, dan naina pun mencari tahu tentang keadaan muridnya dengan mendatangi kerumahnya langsung, Naina pun memberitahukan kemampuan atau bakat  yang dimiliki anak-anak 9f, dalam mengajar Naina menggunakan berbagai macam metode, metode yang digunakan naina yaitu dengan mempraktikan langsung dalam kehidupan nyata, sehingga membuat anak-anak senang dalam belajar, Naina pun akhirnya mendaftarkan mererka untuk bisa ikut lomba anak berprestasi, dan pak Wadia pun manantang Naina jika anak 9f berhasil maka pak Wadia lah yang akan memasnagkan lecana tersebut, dan Nainapun menerima tantangan tersebut.


Masalahpun kembali terulang, yang mengakibatkan anak-anak 9f terancam tidak bisa mengikuti ujian, tetapi Naina berusaha membujuk kepala sekolah agar tetap bisa ujian, dan kepala sekolahpun menerima keinginan Naina tetapi dengan syarat mererka tidak bisa belajar disekolah tersebut sampai menjelang ujian. mengetahui itu Naina sangat sedih dan kecewa, dari kejadian tersebut membuat nak-anak 9f sadar akan perbuatannya yang salah, dan meminta maaf kepada Naina langsung, dan Niana pun memaafkan mereka.


Hari berlangsung dengan Naina dan anak-anak 9f mulai belajar diluar sekolah, seperti belajar dibus, dipinggir pantai dan bahkan dirumah naina dan mentraktir mereka, sebelum menjelang ujian Atish dan Killam merupakan anak murid dari Naina bertemu dengan bapak Shyamlal yang merupakan cs disekolah tersebut dan kemudian bapak tersebut menawarkan soal bocoran matematika dan ipa, Atish dan Killam menerimanya karena mererka kurang percaya diri, kemudian mereka menunjukkan soal itu kepada teman-temannya agar mererka bisa lulus ujian, akan tetapi teman-temannya menolak saran dari Atish dan Killam dan meninggalkan mereka.


Hari ujian pun dimulai Atish dan Killam sangat terkejut dengan soal yang diterimanya, karena soal itu berbeda dengan bocoran yang didapatnya, terpaksalah mereka mengerjakannya, ujian pun berlangsung dengan lancar, sampai waktunya nilai mererka keluar, dan ternyata anak-anak 9f lulus semua dan bahkan ada anak 9f yang mendapat juara paralel yaitu Oru, 


Pak Wadia tidak percaya akan hal tersebut dan pak Wadia mencurigai dan menuduh mereka curang dalam ujian, Shyamlallah yang menjadi buktinya, bahwasanya dia yang memberikan bocoran soal, dari kejadian tersebut mengakibatkan Naina dan anak-anak 9f di keluarkan dari sekolah tersebut.
Pak Wadia menuju dan melihat kekelas 9f yang sudah kosong, kemudian Akshay salah satu murid 9A menghampirinya dan mengatakan bahwasanya dialah yang menyuruh pak Shyamlal memberikan soal bocoran palsu kepada anak-anak 9f agar anak-anak 9f gagal dalam ujian, sontaklah pak Wadia terkejut  mendengar pernyataan dari Akshay, dari situlah pak Wadia sadar bahwasanya anka-anak 9f tidak curang dalam mengerjakan soal ujian.


Pengumuman pun tiba dan kepala sekolah memberitahukan kenalakan yang telah dibuat anak-anak 9f yaitu curang dalam ujian, kemudia kepala sekolah menyerahkan kepada pak Wadia untuk berbicara, dan pak Wadia mengatakan kejadian yang sebenarnya bahwasanya anak-anak 9f tidak curang dalam ujian, dan merekapun di panggil ke atas panggung dan pak Wadia memberikan 2 lencana sesuai janjinya kepada Naina, Naina dan anak-anak 9f sangat bahagia saat itu.


Pak Wadiapun pergi meninggalkan tempat tersebut akan tetapi disusul oleh Naina dan anak-anak 9f lalu memberikan sebuah kejutan kepada pak Wadia, dan pak Wadia pun sangat senang apa yang sudah dibuat oleh anak-anak 9f dan hasil karya tersebut di ikut serta kan dalam pertandingan sains tingkat nasional dan mererka pun mendapatkan juara, dari kejadian tersebut para guru di sana mengikuti cara mengajar Naina dengan ikut bermain bersama anak-anak yang diajarkannya. Naina pun banyak mendapat penghargaan dan akhinya menjadi kepala sekolah di sekolah tersebut, cegukannya pun tidak terdengar lagi dan anak-anak 9f sukses semua.


Film ini menceritakan bagaimana menjadi guru yang sebenarnya, walapun dengan kekurangannya tetap semangat dan tidak mudah putus asa, dari film ini juga dapat kita ambil hikmahnya bahwa sebagai calon guru dalam mengajar harus mengetahui keadaan anak didiknya, dan memahami karateristik masing anak-anak didik, dan dalam mengajarkan materi menggunakan berbagai macam metode agar siswa merasa senang, dan film ini guru dan anak-anak didiknya bermain sambil belajar, film ini sangat bagus menjadi inspirasi pendidikan di Indonesia, tetapi film ini susah untuk menerapkan di pendidikan di Indonesia, karena kuranya sarana dan prasana dan faktor lainnya.
Resensi by Alfi Syahri



Di Timur Matahari One


DI TIMUR MATAHARI : " NYANYIAN ALAM MENYATUKAN KITA "
By : Diny Maliny
(dinymaliny.97@gmail.com)





Data/identitas film :
Judul film             : Di Timur matahari
Produser              : Ari Sihasale
Sutradara             : Ari Sihasale
Penulis Naskah  : Jeremias Nyangoen
Pemeran utama : Simson Sikoway sebagai Mazmur
Waktu                   : 110 menit
Tanggal liris        : 14 Juni 2012

Pemeran Pembantu :
1.      Abetnego Yogibalom Sebagai  Thomas
2.      Laura Basuki Sebagai  Vina
3.      Lucky Martin  Sebagai  Nyong
4.      Lukman Sardi Sebagai  Samuel
5.      Michael Idol Sebagai  Michael
6.      Putri Nere Sebagai  Elsye
7.      Ringgo Agus Rahman Sebagai  Ucok

8.      Ririn Ekawati Sebagai  Dr. Fatimah


Pembukaan
Film yang disutradarai oleh Ari Sihasale ini mengambil lokasi di Tiam, Kabupaten Lany Jaya, Papua. Film ini menceritakan mengenai pendidikan, kebudayaan, dan perekonomian di Papua dengan fokus pada kehidupan Mazmur.


Isi




"…hari ini, hari ini, harinya tuhan
…Mari kita, mari kita bersuka cita
Dendang Mazmur bersama Thomas saat pergi ke rumah Pendeta dikarenakan belum adanya guru pengganti yang bersedia mengajar mereka. Cakrawala pagi yang begitu indah, burung-burung menari diantara dedaunan pohon yang rindang,  gunung-gunung yang merengkuh desa nan asri, dan jalanan yang dipenuhi dengan tapak kaki mungil anak-anak yang berlarian dengan bebas. Hari itu merupakan sejarah yang tak kan ia lupakan. Mazmur menemani ayahnya (Balcius) untuk menjual merpati ke desa tetangganya. Setelah mendapatkan uang dari penjualan merpati, ayah Mazmur mengajak ia dan Thomas untuk membeli baju bola. tetapi kemudian diketahui bahwa uang yang digunakan ternyata palsu.   Mengetahui hal ini ayah Mazmur yang bernama Balcius ini sangat kesal sehingga pada malam harinya ia mabuk-mabukkan.

Hal ini berlanjut hingga keesokan harinya, merasa tak senang Balcius memulai perkelahian dan terjadi baku hantam dengan orang yang mengenalkan dirinya dengan pembeli kemaren. Mazmur bertanya-tanya kenapa ayahnya melakukan ini, ayahnya menjawab jadi lelaki harus pemberani. ketika Mazmur dan ayahnya sampai di jembatan untuk menyebrang. terlihatlah dua lelaki yang baru saja dipukul oleh ayah Mazmur membawa busur panah. Mazmur ketakukan tetapi ayahnya ingin membuatnya mengerti lelaki harus pemberani maka ayahnya melangkah maju. Dikarenakan yang dipukuli tadi merasa sakit hati dan telah memutuskan balas dendam. Akhirnya ketika Balcius menghadap tepat ke arah  anaknya, maka ia melepaskan panahnya tepat mengenai punggung Balcius. Mazmur terdiam kaku, air matanya mulai menetes, bibirnya gemetar dan ia mendekati ayahnya yang sudah tak bernyawa. 


    
Mazmur yang menjadi saksi mata langsung terjun ke sungai karena sang pembunuh telah membusurkan panah ke arah dirinya. keesokan harinya Mazmur membuntuti ibunya ke hutan untuk melihat apa yang dilakukan ibunya. Mazmur langsung meneteskan air matanya ketika ia melihat ibunya memotong jari telunjuknya untuk mengungkapkan kesedihan atas kehilangan Balcius. Ketika seorang wanita kehilangan kerabat atau suaminya maka ia harus memotong jarinya  sesuai yang diatur dalam tradisi suku tersebut.



Dengan adanya kematian ayah Mazmur menjadi tanda yang disinyalir sebagai bentuk mulainya peperangan antar suku. Mereka meminta kepada pembunuh ayah Mazmur untuk membayar denda 300 Milyar dan 200 babi. Namun hal ini bisa ditolak oleh Micheal, adik (ayah Mazmur) yang menginginkan perdamaian. Hal itu tak berlangsung lama, ketika Mazmur mengantar Micheal kembali pulang ke Jakarta bersama istrinya (mama Vina) terjadi penyerangan hingga mengakibatkan tetua adat Pak Yakob tertusuk panah dan ketika mereka pulang ternyata rumah mereka telah menjadi sasaran pembakaran oleh suku tetangga, tersulut emosi ayah Thomas yang juga merupakan adik Blasius akhirnya membalaskan dendam dengan cara membumi hanguskan tempat tinggal suku yang telah membakar rumah mereka.



Perang tak terelakkan, banyak korban jiwa yang akhirnya meninggal termasuk ayah Thomas, dan ayah Agnes yang merupakan pembunuh ayah Mazmur. Dokter Fatimah menolak mngobati mereka karena memang pada awalnya Dokter tersebut menentang adanya pertarungan antar suku. Hal ini membuat Thomas dan Agnes merasa kecewa dengan sikap dokter tersebut hingga meneriakinya dengan sebutan jahat. Mazmur merasa sangat marah dan akhirnya menuju ke tempat kericuhan. Mazmur melihat kedua suku saling menyerang menggunakan busur panah. Didalam kekalutannya, Mazmur sontak bernyanyi diikuti teman-temannya yang akhirnya membuat peperangan berhenti total.


      
     Perang telah berhenti tetapi guru pengganti belum kunjung datang. Akhirnya pendeta Samuel berusaha menjadi guru sementara mereka. Namun hingga akhir film, Mazmur beserta teman-temannya masih menunggu kedatangan sosok guru pengganti.


Kelebihan dan kekurangan
Kelebihan  :

Film ini cocok untuk mengenal lebih jauh pendidikan dan kebudayaan di pedalaman papua, dan film ini mampu menonjolkan keindahan alam di Tiam, kabupaten Lany, Papua. 

Kekurangan :
Film kurang menonjolkan pendidikan atau suatu bahasan yang menjadi topik yang ingin diangkat. Sedikitnya penjelasan mengapa yang dilakukan Mazmur pada saat kericuhan harus  bernyanyi. 


Penutup
Film ini mengajarkan kita sebuah fakta bahwa sukarnya menjalani kehidupan di pedalaman papua. Sebagai penghasil emas terbesar di Indonesia, mereka merasa dianak tirikan oleh pemerintah mereka sendiri. Hidup dengan kekayaan alam yang melimpah ruah tak lantas membuat mereka dapat merasakan indahnya pendidikan dan teknologi. Wajar saja mereka mendeklarasikan untuk membubarkan diri dari NKRI. Kita yang belum pernah menjejakkan kaki disana sangat cocok untuk menonton film ini.




Thanks for reading guys....



Sabtu, 02 Juni 2018

JOGJA PANUTAN, JOGJA MENYATUKAN

Jogja Panutan, Jogja Menyatukan

Jogja dijuluki dengan kota pelajar, sehingga dapat kita jadikan acuan dan panutan khususnya dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. Dengan adanya julukan “Jogja Kota Pelajar” maka kualitas pendidikan di Jogja seharusnya sudah lebih baik jika dibandingkan dengan kota lainnya khususnya di Indonesia.
Besarnya minat para pelajar untuk menuntut ilmu di Jogja juga merupakan salah satu faktor pendukung dikatakan Jogja kota pelajar. Selain dari pada itu, sekolah di Jogja memiliki nilai plus tersendiri perihal pengalaman. Para pelajar yang berada di Jogja hampir dari seluruh daerah yang ada di Indonesia, karena ini menjadi kemudahan mereka dalam bertukar pikiran dan mendapat banyak teman baru selain dari daerahnya sendiri. Hal ini membuat mereka menjadi semakin banyak pengalaman dari teman-teman baru.
Tidak ada ilmu yang tidak diajarkan di kota ini, Universitas-Universitas megah, bermutu dan berdaya saing tinggi banyak terdapat di Jogja, salah satunya Universitas Gadjah Mada (UGM) yang merupakan universitas pertama berdiri pada zaman kemerdekaan, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Islam Indonesia, Institut Seni Indonesia dan lain-lain. Saat ini lebih dari 100 perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta berdiri di kota Jogja.
Pelajar dan mahasiswa yang belajar di Jogja dan merupakan pelajar yang berasal dari luar daerah. kebanyakan dari mereka setelah menyelesaikan belajarnya, mereka kembali ke daerah asalnya dengan tujuan untuk memajukan daerahnya dari hasil belajar yang ia dapatkan. Namun ada beberapa pelajar dari luar daerah juga yang menetap di Jogja. Karena selain menyediakan tempat belajar, Jogja juga memberikan lapangan pekerjaan.
Banyaknya pelajar dari luar  daerah  Jogja yang menuntut ilmu di kota Jogja ini membuat pemerintah masing-masing kota dari luar daerah membangun asrama khusus bagi daerahnya sendiri seperti, asrama daerah provinsi Riau, asrama kabupaten Indragiri hilir (asrama IPRY Indragiri Hilir), asrama IKPM Jawa Barat (Asrama Kujang), dan lain sebagainya. Asrama-asrama tersebut langsung dikelola oleh pemerintah masing-masing daerah yang dibuat dikawasan kota Jogja untuk memudahkan pelajar diluar daerah yang merantau mencari ilmu di kota Jogja. Dan menjalin silaturahmi antar pelajar yang berasal dari daerah yang sama.
Jogja juga merupakan kota budaya, karena banyaknya kebudayaan khas yang berasal dari Jogja dan tentunya tidak ada di daerah lainnya. Kebudayaan khas Jogja yaitu adanya upacara-upacara adat dan kesenian-kesenian khas, dengan adanya kebudayaan ini menjadikan Jogja berbeda dengan daerah lain
Yogyakarta memiliki makanan khas yaitu Gudeg. Menurut informasi yang di dapat dari salah satu anggota kontingen Jogja, “Gudeg berbahan dasar nangka muda di campur santan dan membutuhkan waktu berjam-jam untuk menunggu makanan ini masak. Selain itu, terdapat jajanan khas yang berasal dari Jogja yaitu Bakpia yang terbuat dari campuran kacang hijau dan gula merah yang dibalut menggunakan tepung lalu dipanggang. Ketika berjalan ke Jogja tentulah tidak afdhol rasanya jika tidak mencicipi makanan khasnya.
Minuman khas dari Jogja yaitu wedang uwuh kata kak robi yang merupakan salah satu anggota kontingen. Kak robi menambahkan “Wedang uwuh adalah minuman dengan bahan-bahan yang berupa dedaunan mirip dengan sampah”. Dalam bahasa Jawa, wedang berarti minuman, sedangkan  uwuh berarti sampah. Wedang uwuh disajikan panas atau hangat memiliki rasa manis dan pedas dengan warna merah cerah dan aroma harum. Konon dikisahkan bahwa ada seorang raja yang sedang bersemedi di malam hari dan meminta pengawalnya membuat minuman yang dapat menghangatkan tubuhnya. Pengawal itu kemudian membuatkan wedang secang yang diletakkan di bawah pepohonan, tanpa di sengaja jatuhlah dedaunan ke dalam gelas tanpa sepengetahuan raja, namun raja sangat menikmatinya. Itulah sejarah singkat wedang uwuh yang sangat menarik diceritakan oleh kak Robi sebagai ketua putra dari kontingen Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Informasi di atas penulis dapatkan di bumi perkemahan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau pada kegiatan Perkemahan Wirakarya Perguruan Tinggi Keagamaan (PW PTK) bersama utusan terpilih dari Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta yang beranggotakan 16 orang, yaitu Robi Maulana AlhakimRahmat AAkbarMuhammad Putra Abdul AzizSofyan ArifinAfwan HudaRidho HardiansyahAhmat MulhasinFuat Abdul AzizEndah Zahrani,  Aisyah Zahrani M.HNindi TresnaniNoviana Hesti KSilvia RahmawatiMelisia Windia, dan Ulfa Rahmani.
Salah satu dari anggota kontingen Jogja menjelaskan bahwa kota Jogja disebut dengan “kota istimewa karena Jogja dipimpin oleh seorang Sultan, dan setiap Sultan akan menurunkan tahta kepada anak laki-lakinya sebagai penerus jika ia sudah meninggal dunia. Sehingga tidak ada periode yang ditentukan secara khusus untuk masa jabatan. Jogja memiliki 2 kerajaan yang pertama kesultanan yogyakarta dan kedua kesultanan pakualaman. Gubernurnya secara otomatis merupakan Sultan dari kesultanan yogyakarta sedangkan wakil gubernur merupakan Sultan dari kesultanan pakualaman. Hal ini mengakibatkan di Jogja tidak ada pemilihan gubernur, yang ada hanyalah pemilihan walikota.
Jogja juga dikenal dengan banyak tempat wisata yaitu salah satunya Pantai Parangtritis yang merupakan sebuah gerbang gaib untuk menghubungkan dunia nyata dan kerajaan Nyai Roro Kidul. Bahkan setiap tahunnya  pihak Kraton Kesultanan Yogyakarta selalu melakukan ritual arung sesaji yang dikenal dengan nama Labuhan yang sudah dilakukan sejak zaman Sultan Hamengkubuwono I hingga sekarang, lokasinya yaitu di kecamatan Kretek, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Yogyakarta selalu mengadakan karnaval setiap tahun yang biasanya diadakan pada bulan Oktober dengan mengangkat tema tersendri, seperti tema kebudayaan, pendidikan, nasionalisme dan lainnya. Pada saat ini banyak dari tiap sekolah atau daerah di Yogyakarta menampilkan pakaian kreasi hasil tangan mereka sendiri, dan juga memakai pakaian adat. Daerah yang dekat dengan kesultanan masyarakatnya menggunakan pakaian adat daerah Jogja dalam keseharian.
Banyak keunikan dan ciri khas dari kota Jogja ini, yang paling khas adalah pada bulan puasa di Yogyakarta, yaitu banyak masjid hingga musholla yang menyediakan takjil dan menu buka puasa gratis (makanan beserta lauk pauk). Uniknya, menu buka puasa sudah tersebar melalui media sosial sebelum Ramadhan tiba. Setiap hari menunya berbeda-beda yang memungkinkan berita tersebar luas secara cepat khususnya dikalangan Mahasiswa.
Anggota PW PTK dari UIN SUKIJA memiliki kesan pertama ketika memasuki UIN SUSKA RIAU yaitu kawasan kampus yang luas dan mahasiswa yang bernuansa Islami menjadikan kampus terasa sangat nyaman. Mahasiswanya sangat ramah dan menghargai tamu yang datang dari sabang sampai merauke. Budaya melayu sangat terasa karena pakaian melayu dijadikan sebagai salah satu seragam sekolah yang dikenakan setiap hari Jum’at.