Sabtu, 09 Juni 2018

I NOT STUPID TOO (I)


I NOT STUPID TOO

Identitas film:
Sutradara    : Jack Neo
Produser     : Chan Pui Yin
                     Seah Saw Yam
Penulis        : Jack Neo
Perusahaan Produksi : MediaCorp Raintree Pictures
Distributor  : United International Pictures
Durasi         : 124 menit
Bahasa        : Inggris, Mandarin, Hokkian
Pemeran     :
1.      Shawn Lee sebagai Tom Yeo










2.      Joshua Ang sebagai  Cengcai








3.      Ashley Leong sebagai Jerry Yeo










4.      Jack Neo sebagai Ayah Tom dan Jerry










5.      Xiang Yun sebagai Ibu Tom dan Jerry










6.      Huang Yiliang sebagai Ayah Cengcai









PEMBUKAAN

I not stupid too merupakan film Singapura yang bertemakan Pendidikan. Film ini mengisahkan tentang Tom 15 tahun, Cengcai 15 tahun dan Jerry 8 tahun yang memiliki orang tua yang tidak pernah peduli dengan mereka dan hanya selalu memarahi merekan tanpa pernah mau mendengar apa yang akan anknya sampaikan, film ini menggambarkan bagaimana pentingnya peran orang tua dalam perkembangan psikologis dan kebiasaan anak serta bagaimana seorang guru yang baik harus mahir memahami bakat yang dimiliki siswa.  Film ini dirilis pada 26 Januari 2006. Pada Hong Kong Film Awards tahun 2006, I Not Stupid Too dinominasikan sebagai Film Asia Terbaik, namun kalah dengan Riding Alone for Thousands of Miles. 

ISI
Tom dan Cengcai adalah siswa SMP yang berteman akrab, Tom memiliki seorang adik yang bernama Jerry. Jerry bukanlah anak yang bodoh, ia mendapat nilai yang tinggi di berbagai mata pelajaran akan tetapi ia sangat jarang dipuji oleh orang tuanya karena berharap Jerry memiliki nilai yang lebih tinggi lagi, demikian juga halnya dengan Tom, Tom memiliki bakat untuk menjadi blogger yang hebat bahkan Tom pernah menjadi juara pertama dari ajang bakat blogger tingkat Nasional. Akan tetapi ibunya tidak suka dengan bakat yang dimiliki Tom karena beranggapan nilai di sekolah jauh lebih berarti dibandingkan bakat Tom yang dianggap tidak berarti tersebut dan selalu membandingkan kemampuan anaknya dengan kemampuan yang ia miliki saat sekolah.
Hal yang serupa juga dialami oleh Cengcai, Cengcai adalah anak dari seorang ayah mantan atlet yang dibesarkan dengan kekerasan. Cengcai memiliki bakat di bidang seni bela diri akan tetapi sang ayah menentang karena ia tidak ingin jika nanti anaknya cedera tidak akan ada gunanya lagi seperti yang pernah dialaminya.
Keseharian Tom dan Jerry dirumah hanya diberi ceramah oleh sang ibu, ibunya hanya terus mengomel tanpa pernah peduli mereka mendengarkan atau tidak, jika ibu telah berhenti maka neneknya akan melanjutkan dan mereka hanya menonton omelan tersebut tanpa mendengarkan, demikian pula dengan Cengcai yang selalu di ceramahi oleh ayahnya di rumah. Mereka tidak pernah didengarkan oleh orang tua mereka.
Disekolah Cengcai mencoba untuk menjadi siswa baik dengan mengerjakan PR bahasa Cina, yang tidak mengerjakan PR di suruh keluar kelas, karena melihat Cengcai mengumpulkan pr untuk pertama kalinya Pak Fu (guru bahasa Cina) tersebut langsung memeriksanya tetapi jangankan dipuji ia malahan di ejek oleh gurunnya dengan mengatakan
“Tugas yang kau kejakan sangat jelek, lebih baik kau tidak mengerjakannya”
 Hal itu membuat Cengcai emosi dan menendang meja belajar kemudian keluar kelas namun sebelum sampai keluar guru kembali menjelek-jelekkannya dengan berkata kasar sehingga membuat Cengcai dan Tom menjadi melawan perkataan gurunya tersebut.
Ada beberapa murid yang tidak mahir dalam bahasa Cina salah satunya Jingjing, ia mendapat nilai 10 dalam mata pelajaran bahasa Cina, Pak Fu memarahinya, menasehati dengan nada tinggi dan tidak peduli dengan usaha Jinjing untuk menjelaskan masalahnya.
 Pak Fu dinasehati oleh Pak Hao bahwa cara yang ia lakukan itu salah, sebagai seorang guru kita harus memahami perkembangan siswa zaman sekarang karena tidak akan sama dengan masa dimana kita masih seorang siswa, kita harus mengetahui kuncinya kita harus fokus pada bakat siswa bukan mempermasalahkan kekurangannya. Tetapi Pak Fu tidak mau menerima dan pergi begitu saja.
Disekolah Jerry berlatih untuk pertunjukan seni, ditunjuk sebagai peran utama dan dipasangkan dengan Xiaoxi, walaupun menjadi peran utama ibu Jerry tidak suka dan menganggap Jerry lebih baik belajar daripada latihan untuk pertunjukan seni yang hanya akan menghabiskan waktu. Pada saat latihan, Jerry dijahili oleh teman-temannya dan membuat Jerry tidak sengaja mencium Xiaoxi serta membuat Jerry dan Xiaoxi tidur berdekatan saat mereka tertidur karena lelah.

Jerry ingin memberitahu ibunya untuk datang ke pertunjukan seninya akan tetapi ibunya terlalu sibuk sehingga ia hanya bisa meninggalkan cacatan pertanyaan nya di kulkas. Begitulah cara mereka berkomunikasi, namun catatan yang dibuat Jerry tersebut jangankan untuk dibalas dibaca saja tidak oleh orang tuanya.
Di sekolah, temannya Jerry mengatakan bahwa Jerry akan menjadi seorang ayah karena apa yang Jerry lakukan sama dengan drama yang Jerry tonton semalam yaitu drama di televisi yang tidak sesuai dengan usianya sendirian.Mendengar ucapan itu Jerry merasa khawatir dan bertanya kepada semua orang tentang bagaimana seseorang bisa hamil juga kembali meninggalkan catatan di kulkas untuk bertanya kepada ibunya, namun tidak ada yang mampu memberikan jawaban yang ia harapkan.
Keesokan harinya, Jerry mendengar ucapan ibu-ibu hamil di sekolah bahwa orang hamil tidak boleh makan nenas karena akan menyebabkan keguguran, Jerry langsung memberikan Xiaoxi nenas dengan semua uang yang ia punya dan menyuruh Xiaoxi memakan nenas itu sebanyak mungkin hingga membuat Xiaoxi sakit perut dan Jerry membawa Xiaoxi ke klinik terdekat, disana akhirnya orang tua Jerry dan Xiaoxi datang karena dokter merasa mereka masih terlalu kecil untuk membicarakan tentang bayi, karena hal ini ayah dan ibu Jerry bertengkar dan saling menyalahkan karena tidak ada yang memperhatikan anaknya.

Di sekolah Tom dilakukan razia HP dan Pak Fu yang bertugas merazia HP di kelas Tom dan Cengcai, Pak Fu mendapati Tom membawa DVD porno, karena hal ini membuat Tom dan Cengcai terlibat perkelahian dengan Pak Fu. Perkelahian antara guru dan murid menjadi kasus yang sangat besar, Cengcai dikeluarkan dari sekolah karena telah memiliki banyak catatan buruk di sekolah dan Tom di hukum cambuk di depan publik, karena hal ini menjadi perhatian semua warga Negara Singapura Pak Fu sebagai guru juga disalahkan karena dianggap memiliki temperamen yang  sangat memprihatinkan dengan begitu Pak Fu merasa tidak pantas lagi menjadi seorang guru dan memutuskan untuk berhenti, sebelum pergi Pak Fu di halangi oleh kepala sekolah dan beberapa guru lainnya yang tidak setuju jika Pak Fu meninggalkan sekolah karena Pak Fu merupakan guru yang berdedikasi yang tinggi, Pak Fu rela mengeluarkan uang pribadinya membeli kamus untuk semua siswa yang diajarnya bahkan mengorbankan waktunya untuk mengajar di semua kelas tambahan. Jadi, kepala sekolah menolak surat pengunduran diri yang diajukan Pak Fu.
Semenjak kasus itu Tom dan Cengcai jadi bergabung dengan sebuah geng yang berpengaruh buruk untuk mereka dan mencapai puncak ketika mereka menyuruh Tom dan Cengcai untuk mencuri HP di sebuah toko dan lagi-lagi diketahui oleh Pak Fu. Mereka ditangkap oleh 2 aparat keamanan gadungan dan diminta uang sebesar $2000 Singapura dalam 1 hari agar masalah ini tidak diperpanjang.

Disisi lain Pak Fu mulai mengevaluasi cara pembelajarannya yang sesuai dengan apa yang pernah dinasehati oleh Pak Hao yaitu fokus kepada bakat siswa bukan kepada kekurangannya. Jingjing mendapatkan nilai 12 dan Pak Fu bahkan memuji kenaikan nilai 2 poin yang didapat oleh Jingjing dan memotivasi Jingjing untuk bisa mendapatkan kenaikan 5 poin untuk selanjutnya.
Jerry sedang melakukan latihan untuk penampilannya, ia mendengar cerita temannya yang berperan sebagai bunga matahari tetapi semua keluarganya datang untuk melihat penampilannya, Jerry merasa iri karena ia yang sebagai peran utama saja tidak ada yang mau datang melihat pertunjukannya. Sepulang sekolah Jerry datang ke bank untuk menarik tabungannya tetapi tidak bisa karena harus didampingi oleh orang tua.
Jerry mencuri uang di kantin sekolahnya dan memasukkannya ke dalam tabungan celengnya dirumah, Tom pulang kerumah dan pusing memikirkan jalan keluar untuk mendapatkan uang sebesar $2000 Singapura dalam 1 hari hingga ia menemukan celengan Jerry dan akhirnya Jerry membiarkan Tom memakai uang celengannya tersebut. Tetapi jumlahnya tetap masih kurang dari yang dijanjikan.
Ayah dan ibu Jerry dipanggil kesekolah dan diperlihatkan CCTV yang menunjukkan bahwa Jerry mencuri uang di kantin, kemudian sesampainya di rumah Jerry langsung dimarahi bahkan dipukul dengan rotan oleh ayahnya, mereka berpikiran bahwa Jerry mencuri uang di kantin untuk membeli kartu pokemon, saat ditanya Jerry akhirnya menjelaskan bahwa ia mencuri itu bukan untuk membeli kartu pokemon tetapi untuk membeli waktu ayahnya selama 1 jam yang seharga $500 Singapura untuk menghadiri pertunjukan seninya nanti namun jika mengandalkan dari uang tabungannya sendiri itu akan menghabiskan waktu lebih dari setahun dan itu sudah melewatkan pertunjukannya jadi mencuri adalah harapan terakhir yang Jerry punya. Mendengar hal itu membuat orang tuanya tidak mampu menahan air mata mereka menyadari bahwa selama ini mereka terlalu disibukkan dengan urusannya sendiri tanpa memperhatikan anaknya secara lebih.

Ditempat lain Tom dan Cengcai memutuskan untuk mencuri kalung emas seorang nenek untuk menutupi kekurangan uang yang mereka punya, dan di rumah orang tua Tom membaca blog yang dibuat Tom dan membuat mereka juga menyadari apa yang telah mereka lakukan kepada Tom, ayah Tom kembali ke kantor untuk presentasi 3G. Di sisi lain Tom dan Cengcai sadar apa yang mereka lakukan itu salah sehingga mereka memutuskan untuk mengembalikan kalung itu kepada pemiliknya, tetapi keadaan yang ramai membuat mereka dikeroyok oleh banyak orang. Saat itu Tom langsung menghubungi ayahnyayang bertepatan sedang presentasi 3G dengan hp 3G pemberian ayahnya disitu ayah Tom melihat Tom dipukuli dan ia memutuskan untuk meninggalkan presentasi demi menyelamatkan anaknya walaupun dengan ia dipecat.
Saat Tom terjebak di dalam keroyokan massa, Cengcai berhasil melarikan diri namun akhirnya tertangkap di atas tangga, ayah Cengcai lewat dan melihat anaknya dikeroyok ikut membantu anaknya namun terjatuh dari tangga dan koma di rumah sakit. Ayah Tom datang di tempat Tom dan dimarahi oleh massa karena tidak bisa mendidik anaknya sehingga menjadi pencuri namun ayahnya mengatakan bahwa ia sudah habis kesabaran mendidik anaknya tapi nenek Tom menjelaskan bahwa cara yang dilakukan ayah Tom selalu memarahi anaknya, anak yang baik berubah menjadi nakal karena orangtuanya. Orangtua Tom meminta maaf kepada semua orang dan mengatakan bahwa hal ini kesalahan merekan karena salah mendidik anaknya.
Dirumah sakit ayah Cengcai tidak kunjung sadarkan diri, Cengcai dimarahi oleh teman ayahnya dan mengatakan bahwa ayahnya sangat berjuang untuk membuat Cengcai dapat sekolah lagi ia sangat menyayangi Cengcai caranya saja yang salah karena ia tidak tahu bagaimana caranya mendidik seorang anak tanpa sosok istri. Karena itu Cengcai memutuskan untuk pulang dan mengambil tas pemberian ayahnya sambil menangis.
Orang yang mengaku sebagai aparat keamanan yang meminta uang sebesar $2000 Singapura ternyata adalah komplotan kelompok preman tempat Tom dan Cengcai bergabung, mereka sengaja ingin meraup keuntungan dari Tom dan Cengcai. Keesokan harinya mereka bertemu ditempat yang dijanjikan dan Tom datang disana kemudian di datangi oleh kedua orang yang menyamar menjadi aparat keamanan tersebut, mereka meminta uang kepada Tom tapi Tom mengatakan bahwa uang itu akan dibawa ayahnya ke tempat itu, beberapa saat kemudian ayah Tom datang dengan tergesa-gesa sambil membawa amplop uang dan memberikannya kepada mereka, ketika mereka cek uang itu ternyata itu adalah uang palsu yang sengaja diberikan oleh ayah Tom kepada rang palsu seperti mereka hingga mereka yang akhirnya ditangkap oleh polisi.
Cengcai datang kesekolah menggunakan tas pemberian ayahnya dan memohon keringanan kepada kepala sekolah untuk dapat sekolah kembali tetapi kepala sekolah tidak mampu untuk melanggar peraturan yang memang telah ditetapkan. Cengcai kembali ke rumah sakit dan ayah nya bertanya apakah Cengcai kembali sekolah karena Cengcai memakai seragam sekolah, Cengcai mengiyakan dan ayahnya meminta ingin bertemu dengan kepala sekolah untuk berterima kasih, Cengcai langsung menghampiri kepala sekolah dan mengajak kepala sekolah untuk menemui ayahnya yang sedang sekarat hingga akhirnya kepala sekolah datang dengan Pak Fu, ayah Cengcai mengetahui jika Cengcai sedang berbohong kepadanya dan ayah Cengcai meminta kepala sekolah memberi kesempatan kepada Cengcai untuk membuktikan dirinya bisa diandalkan ayah Cengcai juga telah merestui jika Cengcai memang ingin fokus di seni bela diri. Itu pesan terakhir yang disampaikan oleh ayah Cengcai, setelah itu Cengcai diterima di sekolah lagi dan fokus pada seni bela diri.
Akhirnya, orang tua Jerry, Tom dan neneknya datang saat pertunjukan berlangsung, dan kepala sekolah mengakui bakat yang dimiliki Cengcai bahkan Cengcai mengharumkan nama sekolah sampai ketingkat Internasional.


PENUTUP 
Barang berguna jika dipakai dengan salah akan jadi tidak berguna, barang yang tidak berguna dipakai dengan benar akan jadi berguna. Pengakuan terhadap seseorang adalah sumber kekuatan, keajaiban dapat berasal dari sepatah kata yang paling sederhana, ekspresi atau tindakan yang paling kecil sekalipun, kita tidak pernah tahu apa yang bisa kita ubah.

Kelebihan :
Film ini sangat banyak memberikan pelajaran kepada kita tentang pendidikan baik pendidikan dari guru terhadap siswa disekolah maupun pendidikan dari orang tua kepada anaknya di rumah. Pantas saja film ini dinobatkan sebagai nominasi film Asia terbaik
Kekurangan :
Film ini terlalu di dramatisir, banyak sekali konflik yang dialami oleh para bintang utama dalam waktu yang relatif singkat sehingga setiap bagian selalu saja ada kejadian yang tidak mengenakkan. Namun, banyak yang mudah mengingat film ini.
Kritik:
Film ini memiliki kisah sang sangat komplit sehingga menurut penulis terlalu terlihat bahwa ini hanya sekedar skenario, karena tidak mungkin terlalu  banyak masalah yang dialami dalam satu kurun waktu  yang sangat singkat. Hal ini dapat membuat sedikit merasa bosan karena yang terjadi selalu saja masalah masalah masalah.
Saran:
Sebaiknya jangan terlalu banyak mengangkat  masalah dari ketiga tokoh utama, sehingga dapat menimbulkan efek yang lebih nyata yang sering terjadi di sekolah pada umumya. Nah, dari film ini seharusnya kita dapat mengambil pelajaran yang sangat berharga baik untuk kita sebagai calon guru maupun sebagai calon orang tua agar kelak kita bisa jadi guru dan orang tua yang baik yang dapat memahami dan lebih perhatian lagi kepada siswa dan anak kita sendiri.

Creat by:
Deswara Marzalia, State Islamic University of Sultan Syarif Kasim Riau, Faculty of Education and Tercher Training, Departman of Math Education Grade 6th
If you want to know  me better well, massage me at deswaramarzalia@gmail.com

Terima kasih telah membaca resensi yang penulis sajikan, kritik dan sarannya sangat diharapkan 😍😍😍


Jumat, 08 Juni 2018

TAARE ZAMEEN PAR (EVERY CHILD IS SPECIAL)

RESENSI
Taare Zameen Par (Every Child Is Special)

Identitas Film
Judul Film                   : Taare Zameen Par
Genre                          : Drama Edukasi
Sutradara                     : Aamir Khan
Penulis                         : Amole Gupte
Produksi                      : Aamir Khan Production
Penyunting Film          : Deepa Bhatia
Tempat                        : New Era School ( Panchgani ) dan St. Xaviers School ( Mumbai )
Durasi Film                 : 150 menit
Tahun                          : 2007
Pemeran                       
1.      Darsheel Safary sebagai Ishaan
2.      Aamir Khan sebagai Pak Guru Nikumbh
3.      Tanay Cheda sebagai Rajan
4.      Sachet Engineer sebagai Yohan
5.      Tisca Chopra sebagai Mama Ishaan
6.      Vipin Sharman sebagai Papa Ishan
7.      Ravi Khanwilker sebagai Pak Holkar
8.      M. k. Raina sebagai Kepala Sekolah
Resensator                   : Yelcy J. Sulaini

Pengantar
Setiap anak yang lahir ke dunia adalah anugrah pemberian Tuhan. Sejak awal dilahirkan anak memiliki kelebihan masing-masing. Setiap anak memiliki keterampilan yang unik, kemampuan dan impian. Setiap anak ingin menarik dan meregang untuk membuat jari-jarinya memanjang. Meneruskannya, biarpun jarinya akan patah. Banyak orang tua yang memaksakan kehendaknya kepada anaknya, tidak heran bahwa manusia sering disebut sebagai makhluk yang kejam, tidak sensitif, buta terhadap keindahan dan perasaan.  Berhubungan dengan hal itu, ada satu film India yang menceritakan kisah hidup seorang anak dengan segala perjuangannya yang akan membuat kita sadar bahwa “Every Child Is Special”.

Isi Film
Taare Zameen Par adalah sebuah film yang berceritakan tentang seorang anak yang bernama Ishaan Nandkishore Awasthi berumur 8 tahun yang masih duduk di kelas III Sekolah Dasar. Ia adalah seorang anak yang memiliki imajinasi luar biasa, ceria, kreatif,  sangat suka menggambar, melukis, dan pandai menyusun puzzle yang rumit sekalipun. Pada sisi lainnya , ia adalah seorang anak yang malas belajar, tidak pandai baca tulis, dan nilai-nilai pada setiap mata pelajarannya sangat jauh dibawah rata-rata, bahkan sampai nol. Setiap lembar ujian yang diberikan oleh gurunya diberikan kepada anjing di lingkungan rumahnya karena ia tidak ingin orang tuanya mengetahui hasil ujian tersebut. Setiap hari ia selalu terlambat pergi ke sekolah, selalu kena hukum oleh gurunya karena ia tidak pernah mengerjakan pekerjaan rumah.
Ia memiliki seorang kakak yang bernama Yohan. Kakaknya sangat sempurna, kebalikan dari dirinya. Kakaknya selalu juara satu pada setiap mata pelajaran dan sangat mahir dalam permainan tennis. Ia selalu menjadi kebanggan bagi orang tuanya. Orang tuanya selalu membandingkan ia dengan kakaknya tersebut.
Kebanyakan orang menganggap bahwa ia merupakan anak yang nakal dan tidak mau dilarang, bahkan orang tuanya pun beranggapan demikian. Pada suatu saat, ia kelahi dengan anak di lingkungan rumahnya karena gara-gara bola. Kemudian orang tua dari lawan kelahi anak tersebut mendatangi kediaman Ishaan dan mengadukan apa yang telah diperbuat oleh anaknya. Padahal tidak semuanya disebabkan oleh Ishaan. Ketika Ishaan mencoba untuk menjelaskan apa yang terjadi kepada ayahnya, ayahnya malah tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh anaknya sendiri. 

Suatu hari saat kelas bahasa inggris, Ishan melamun melihat lalulalang kendaraan dari arah jendela didalam kelas. Tiba-tiba Ibu guru yang galak menegurnya supaya membuka buku halaman 38. Kemudian bu guru menyuruh Ishan untuk membacanya dengan baik dan keras, akan tetapi Ishan melihat tulisan yang ada didalam buku itu menari-nari. Bu guru tidak percaya dan mengira kalau Ishan hanya ingin mencoba melucu. Karena tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan, lalu Ishan membacanya dengan cepat, keras, dan tidak jelas yang membuat teman-teman dikelasnya tertawa terbahak-bahak. Ibu guru yang kehabisan kesabaran kemudian menyuruh Ishan keluar kelas.
Pelajaran selanjutnya adalah pelajaran matematika. Ishaan tidak membuat pekerjaan rumah yang diberikan oleh gurunya dan lembar ujiannya tidak ditanda tangani oleh orang tuanya karena lembar tersebut yang ia berikan kepada anjing pada tempo hari. Karena takut kena marah oleh gurunya, ia memutuskan untuk tidak masuk pada jam pelajaran tersebut alias bolos sekolah. ia pergi berkeliling kota, menyusuri jalan demi jalan, melihat suasana kehidupan dengan matanya sendiri.
Sesampainya dirumah, tepatnya sebelum tidur. Ia memberitahukan hal tersebut kepada kakaknya. Secara spontan kakaknya memarahi adiknya tersebut karena berjalan sendirian di tengah kota yang kita tidak tahu kapan bisa terjadi kejahatan disana. Akan tetapi adiknya tidak kenal takut itu menyuruh kakaknya untuk membuat surat keterangan absen (sakit) untuk diberikan kepada guru matematikanya itu.
Keesokan harinya di sekolah, ia pun memberikan surat keterangan tersebut kepada gurunya. Alhasil gurunya percaya dengan hal tersebut dan ishaan pun kembali ke tempat duduknya. Ternyata ada ujian mendadak matematika dan hasil tes tersebut akan dimasukkan kedalam ujian akhir. Karena ia tidak pandai dalam berhitung, ia berimajinasi dalam mengerjakan soal tersebut. Dari lamanya waktu ujian, hanya satu soal yang terjawab, itupun salah.
Setiap hari di rumah, ibunya selalu meluangkan waktu untuk anaknya tersebut dalam mengajarkan baca tulis. Akan tetapi dia selalu mengulang kesalahan yang sama, tidak pernah mengingat apa yang telah diajarkan oleh ibunya tersebut. Kata apa yang ia tulis selalu terbalik-balik. Ternyata ia mengidap penyakit disleksia, yaitu tidak bisa mengenal huruf dengan baik.
Pada saat ayah Ishaan, Pak Awashti pulang dinas, seperti biasa ishaan bermanja-manja dengan ayahnya. Ayahnya yang tengah sibuk membaca dan mencari buku atau majalah, didapati oleh ayahnya surat izin absen yang dibuat oleh kakaknya pada waktu itu. Ayahnya bertanya kepada ibunya, akan tetapi ibunya tidak tahu menahu akan surat tersebut. Ayahnya pun bertanya kepada Ishaan, dengan perasaan takut ia mengatakan bahwa ia bolos sekolah dan pergi berkeliaran di jalan dengan seorang diri. Ayahnya pun marah besar dan memukul Ishaan.
Keesokan harinya, orang tua Ishaan mendatangi sekolah untuk menemui kepala sekolah dan guru bidang studi. Kepala sekolah dan guru bidang studi tersebut mengatakan tidak ada peningkatan pada tugas kelas dan pekerjaan rumah, Ishaan masih sama seperti tahun lalu, buku masih menjadi musuh-musuhnya, membaca dan menulis seperti hukuman baginya, mengulangi kesalahan terus menerus, tidak pernah memperhatikan pelajaran di kelas, setiap waktu minta izin ke toilet, mengganggu seluruh kelas dengan banyolan kelasnya, nol pada setiap mata pelajaran, dan ini merupakan tahun keduanya di kelas 3, mereka tidak sanggup lagi untuk mengajar dan mendidik Ishaan, percuma dan seharusnya Ishaan dikirim ke Sekolah Luar Biasa.
Orang tuanya tidak terima kalau anaknya dikatakan tidak normal. Kemudian orang tuanya mencari solusi, yakni pindah sekolah di tengah semester, karena sekolah yg sekarang akan memberhentikannya karena tidak ada harapan kalau Ishaan akan naik kelas pada tahun ini. Solusi yang dipikirkan oleh orang tuanya adalah pindah ke sekolah yayasan.  Ishaan akan dikirim seusai acara dilwali (festival kembang api). Ishaan pun memberontak, tidak terima dan terus memohon kepada ayah dan ibunya agar tidak mengirimnya ke sana. Tapi orang tua nya tetap bersikukuh untuk mengirimnya. 
Sampailah pada hari H, Ishaan tiba di yayasan, pemilik yayasan hanya memberitahukan satu aturan di sekolah tersebut, yaitu disiplin. Setelah mengantarkan anaknya, orang tua beserta kakaknya pulang dengan perasaan sedih, begitupun juga dengan apa yang dirasakan oleh Ishaan. Ishaan selalu menangis, tidak ada nafsu makan, tidak bisa tidur, tidak mempunyai semangat hidup, bahkan menggambar dan melukis yang menjadi kesukaannya pun tidak ingin ia melakukannya lagi. Guru di yayasan itupun sama saja, tidak paham dengan masalah apa yang dialami oleh Ishaan. Tidak ada bedanya dengan guru  di sekolah sebelumnya.
Rajan damodaran, teman barunya di sekolah yayasan tersebut. Seorang murid dengan kekurangan fisik yang baik, pintar, selalu datang paling awal ke sekolah dan selalu menjadi juara 1 di kelas. Ia merupakan suatu contoh dan teman baik Ishaan di sekolah tersebut.
Pada saat pelajaran bahasa, ia ditunjuk untuk menafsirkan maksud dari puisi yang telah disampaikan oleh temannya, Rajan. Ia menjelaskan dengan singkat menggunakan bahasa ia sendiri. Akan tetapi bapak gurunya tidak paham dengan apa yang dimaksudkannya. Padahal yang  tafsirkan oleh Ishaan itu sudah benar.
Selanjutnya yaitu pelajaran seni, ia tidak memperhatikan apa yang dikatakan oleh gurunya. Lalu gurunya membuat sebuah titik di papan tulis dan menyuruh Ishaan untuk menunjukkan dimana letak titik yang digambarkan oleh bapak guru tersebut. Karena dia tidak memperhatikan, ia tidak tahu dimana letak titiknya. Ia pun habis dimarahi oleh bapak guru dan diberi hukuman berupa beberapa pukulan penggaris di tangannya.
Hal yang sama pada pelajaran olahraga, yakni belajar baris berbaris. Ia juga tidak pandai mengikuti teman-temannya yang lain, ia merusak tatanan baris berbaris. Sehingga ia dikeluarkan dari barisan dan dimarahi oleh gurunya.  
Pada saat pelajaran bahasa inggris, ia juga tidak mengerti apa yang disampaikan oleh bapak guru. Kemudian kembali ia melihat tulisan-tulisan yang ada di papan tulis tersebut bergerak-gerak atau menari-nari. Lagi-lagi ia merasa tertekan akan hal itu.
Beberapa hari setelahnya, keluarganya menjenguk Ishaan ke sekolah. Akan tetapi Ishaan tidak ingin bertemu dengan keluarganya, ia mengurung dirinya di kamar. Tidak lama kemudian, ia membuka pintu kamarnya dan berlari sekencang mungkin menjauhi keluarga sambil meneteskan air mata di pipinya. Tapi tidak berlangsung lama, pada akhirnya ia bertemu keluarganya. Ia tidur bersama keluarganya pada hari itu. Lalu kakaknya memberikan sebuah hadiah berupa cat air. Karena kakaknya tahu bahwa adiknya sangat mencintai seni, khususnya melukis. Akan tetapi adiknya acuh dan tidak tertarik lagi dengan hal itu.
Keesokan harinya di sekolah, ada kedatangan guru baru yang menggantikan guru kesenian sebelumnya yang bernama Ram Shankar Nikumb. Pak Nikumb merupakan seorang guru kontrak dan ia juga mengajar di Sekolah Luar Biasa yang bernama Tuliph School. Pak Nikumb tersebut memberikan kesan yang menarik pada pertemuan pertama mereka. Pak Nikumb tersebut berdandan menyerupai badut, bernyanyi, menari sambil memainkan seruling. Suasana pun menjadi hidup, tapi tidak menurut Ishaan.
Selepas itu, Pak Nikumb memberikan lembaran kosong. Ia memerintahkan anak didiknya untuk menggambar, melukis, apapun yang mereka sukai. Berbeda dengan guru sebelumnya yang memberikan contoh gambar apa yang akan mereka lukis. Pak Nikumb melakukan hal yang demikian karena ia beranggapan bahwa contoh itu hanya sebagian kecil dari imajinasi luar biasa yang mereka miliki, jadi jangan pernah membatasi imajinasi tersebut.
Pak Nikumb berjalan mengelilingi setiap ruang dan sudut kelas untuk melihat imajinasi apa yang dituangkan mereka kedalam kertas putih itu. sampailah kepada Ishaan, ia tidak melihat sesuatupun tergambar disana. Lalu Pak Nikumb memberikan semangat dan dorongan kepada Ishaan. Kedua kali ia melihat ke lembaran Ishaan yang masih kosong, ia bingung dan bertanya-tanya ada apa sebenarnya yang terjadi pada Ishaan. Beberapa pertanyaan dilontarkan kepada Ishaan, tapi tidak satupun pertanyaan tersebut dijawab olehnya.
Seusai pembelajaran, Ishaan kembali dengan dunianya sendiri, pergi merenung ke suatu tempat. Sepulang dari tempat tersebut, kepala yayasan menegurnya untuk tidak pulang terlalu malam. Pada saat itu juga, ibunya menelepon ke sekolah untuk berbicara dengan anaknya tersebut. Ia menjawab telepon dari ibunya dengan tangisan di pipinya, ibunya mengatakan bahwa pada minggu ini mereka tidak dapat mengunjungi Ishaan ke sekolah karena kakaknya akan mengikuti final pertandingan tennis, tetapi ia tidak mengungkapkan sepatah kata pun kepada ibunya lalu ia tinggal pergi telepon tersebut.
Di ruang guru, guru-guru sekolah tersebut mengomentari apa yang telah dilakukan oleh Pak Nikumb pada hari pertama ia mengajar di sekolah. Guru-guru mengatakan bahwa apa yang telah dilakukan oleh Pak Nikumb tidak ada gunanya. Mereka beranggapan bahwa siswa disini tidak sama seperti anak-anak, maksud anak-anak disini yaitu Pak Nikumb mengajar di sekolah yang siswa-siswanya memiliki kekurangan seperti cacat mental atau fisik, sehingga apa yang diajarkan ke siswanya disini tentulah berbeda. Dengan kata lain, anak-anak disana tidak mempunyai masa depan, karena ini adalah sekolah formal maka yang dibutuhkan adalah bagaimana supaya anak didiknya mampu berlomba mencari kehidupan yang baik, anak-anak harus bersaing, berlomba membuat masa depannya, jadi gaya menari dan bernyanyi itu tidak dibutuhkan di sekolah formal. Tiga pilar kesuksesan menurut mereka adalah teratur, disiplin dan kerja keras.
Setelah keluar dari ruang guru, Pak Nikumb pergi ke ruang seni sambil membawa hasil karya dari peserta didiknya. Sampai pada lorong kelas, didapati Ishaan yang tengah dihukum berdiri di depan pintu kelas. Lalu ia menanyakan ada apa? Tapi Ishaan tetap tidak menjawabnya. Jam pelajaran pun usai, waktunya jam istirahat, Pak Nikumb menoleh ke belakang, tetapi Ishaan sudah tidak berdiri di tempat ia menemuinya tadi. Lalu ia mencari anak tersebut dengan bertanya kepada Rajan yang merupakan teman sebangku Ishaan. Akan tetapi Rajan tidak tahu dimana keberadaan Ishaan pada saat itu. Kemudian Pak Nikumb kembali bertanya tentang masalah apa yang terjadi dengan Ishaan. Lalu Rajan menjawab bahwa Ishaan ingin pulang kembali kepada orang tuanya, ia mengatakan bahwa Ishaan merupakan murid pindahan di tengah semester, Rajan juga menceritakan bahwa Ishaan itu mempunyai masalah dengan membaca dan menulis, Ishaan selalu mendapat hukuman dan bukunya penuh dengan coretan merah.
Setelah mendengarkan cerita Rajan, Pak Nikumb pun terdiam dan berfikir. Ia kembali ke ruang guru, memeriksa buku-buku yang ada di dalam loker. Ia memeriksa sendiri apa yang dikatakan oleh Rajan dan ternyata benar, banyak coretan merah dalam buku Ishaan, tidak dapat membedakan huruf yang serupa seperi b dan d serta ejaannya yang terbaik-balik.
Sepulang sekolah, Pak Nikumb menyempatkan dirinya untuk mengunjungi Tuliph School. Ia dengan spontan mengatakan pada temannya yang bernama Jabeen bahwa manusia itu makhluk yang kejam, tidak sensitif, buta terhadap keindahan dan perasaan. Ia menceritakan tentang Ishaan kepada Jabeen. Ia mengatakan bahwa Ishaan itu dipenuhi oleh ketakutan, tekanan dan dari matanya yang ingin minta tolong. Ia takut bahwa Ishaan akan tenggelam oleh dunia ini.
Pertandingan Yohan pun berlangsung, tampak bahwa Yohan tidak mampu mengendalikan permainannya, karena biasanya Ishaan selalu mendampingi kakaknya saat bertanding. Terlihat bahwa kakaknya tidak fokus dalam pertandingan sehingga menyebabkan kekalahan pada final tersebut. 
Pada malam harinya, seusai pertandingan tennis itu, keluarga Pak Awasthi kedatangan tamu, yaitu Pak Nikumb. Pak Nikumb datang dengan niat untuk mencari tahu keluarga seperti apa yang telah membesarkan Ishaan selama ini sekaligus mencari tahu akar dari permasalahan yang dialami oleh Ishaan. Ia melihat buku-buku tulis Ishaan saat berada di sekolah yang lama. Ia mengelilingi setiap ruangan yang ada di rumah itu termasuk kamar Ishaan. Ia terkejut melihat lukisan-lukisan yang ada didalam kamar itu, dan lebih terkejut lagi saat ia tahu bahwa Ishaan lah menggambar lukisan-lukisan tersebut.  
Seusai itu, mereka kembali ke ruang tamu. Pak Nikumb langsung melontarkan pertanyaan “kenapa anda mengirimnya ke sekolah asrama? Kepada ayah Ishaan. Ayahnya menjawab bahwa mereka tidak mempunyai pilihan lain karena tahun kemarin Ishaan sudah pernah tinggal di kelas III, tidak adanya peningkatan dalam pembelajaran dan ayahnya selalu membanding-bandingkan Ishaan dengan anak sulungnya yang sempurna dalam segala bidang. Lalu pak Nikumb menanyakan apa masalahnya dan Pak Awasthi menjawab perilaku nakal dan pembangkang Ishaanlah yang menjadi masalahnya. Pak Nikumb menyangga bahwa apa yang diucapkan oleh ayah Ishaan bukanlah masalahnya melainkan gejala. Sehingga pak Nikumb menyimpulkan bahwa ayahnya tidak mengenal Ishaan dengan baik. Lalu pak Nikumb menunjukkan dan menjelaskan semuanya kepada orang tua Ishaan, seperti ejaan yang terbalik-balik. Pak Nikumb menegaskan bahwa Ishaan itu tidak bodoh melainkan ia kesulitan dalam mengenal huruf. Akan tetapi ayahnya tetap keras kepala mengatakan bahwa anaknya malas dalam belajar. Pak Nikumb pun mengambil inisiatif, yaitu memerintahkan ayah Ishaan membaca tulisan China yang ada pada kotak mainan. Tentu saja ayahnya tidak pandai membacanya, karena ia tidak tahu huruf China. Dari sanalah, ayahnya mulai paham tentang apa yang dirasakan oleh Ishaan. Pak Nikumb mengatakan bahwa Ishaan mengalami penyakit Disleksia, yakni tidak dapat mengenal huruf dengan baik.
Pembelajaran seni pun kembali. Pak Nikumb memulai pembelajaran dengan menceritakan kisah seorang laki-laki yang tidak pandai membaca dan menulis. Laki-laki itu tidak bisa mengingat huruf, seakan-akan huruf itu menari-nari didepan matanya, menakutkan dan menyiksa dirinya. Sehingga laki-laki tersebut tidak lulus sekolah, setiap orang menertawakannya tapi laki-laki tersebut tetap memasang wajah beraninya. Akan tetapi, pada suatu hari anak tersebut dapat mengguncang dunia dengan teori relativitas yang ditemukannya. Laki-laki itu adalah Albert Einstein, seorang ilmuwan besar. Leonardo Da Vinci, kisah laki-laki yang selanjutnya diceritakan oleh pak Nikumb adalah seorang seniman hebat yang membuat sketsa helikopter. Selanjutnya yaitu Thomas Alva Edison yang dapat menerangi dunia dengan penemuan bola lampunya. Abishek Bachan, seorang superstar, aktor hebat di India yang juga masuk ke kategori selnjutnya. Pabilo Picasso, seorang pelukis aliran kubisme yang sangat terkenal. Walt Disney yang mengabdikan hidupnya untuk dunia kartun. Neil Diamond, seorang penyanyi terkenal. Agatha Christie, penulis buku misteri yang terkenal. Mereka semua merupakan orang-orang hebat dengan berbagai temuan serta karya-karya nya yang tidak akan dilipakan oleh dunia, siapa sangka bahwa mereka dulunya adalah orang-orang yang tidak pandai menulis dan membaca. Dari semua kisah tersebut, ada satu orang yang tidak diceritakan Pak Nikumb kepada anak didiknya, yaitu cerita dirinya sendiri. 
Kisah-kisah tersebut diceritakan oleh pak Nikumb untuk menunjukkan dan membuktikan kepada anak didiknya bahwa setiap orang memiliki permata didalam dirinya, yang bisa merubah arah dunia. Mereka semua bisa melihat dunia dengan cara yang berbeda, memiliki cara berpikir yang unik dan tidak semua orang yang mengerti cara berpikir mereka. Ia mengungkapkan bahwa setiap anak memiliki sebuah bakat asli.
Pak Nikumb memotivasi anak didik nya untuk dapat menciptakan sesuatu yang berbeda dan mencari sesuatu yang menarik. Kemudian ia membawa anak-anak ke kolam untuk mencari inspirasi-inspirasi dan menuangkan imajinasi-imajinasi tersebut secara nyata. Sesampainya di kolam, beberapa anak sibuk bermain-main air dan sebagian yang lain mencoba membuat permainan-permainan air, termasuk Ishaan. Ishaan berhasil membuat mainan yang berbentuk pesawat tetapi mampu berjalan diatas air dengan menggunakan bahan-bahan yang sederhana. 
Melihat potensi yang dimiliki oleh Ishaan, tergeraklah hati Pak Nikumb untuk mengerahkan semua tenaga dan mengorbankan waktunya untuk dapat membantu Ishaan dalam membaca dan menulis. Setiap hari dengan berbagai metode pembelajaran yang bervariasi. Secara perlahan tampak kemajuan pada diri Ishaan. Tulisannya sudah rapi, ejaannya sudah sempurna, dan juga sudah pandai berhitung.
Beberapa hari selanjutnya, Pak Nikumb meminta izin kepada kepala sekolah untuk mengadakan kompetisi melukis di sekolah yang berlaku untuk semua usia. Hal tersebut mendapat respon yang sangat luar biasa. Dari berbagai kalangan mengikuti kompetisi tersebut dengan antusias. Dengan diadakannya kompetisi tersebut, banyak terjadi perubahan-perubahan sikap dan pola pikir para guru-guru di sekolah tersebut. Mereka terlihat lebih dekat dan membaur dengan anak didiknya.
Perlombaan pun berlangsung. Semua peserta lomba sibuk memikirkan apa yang harus mereka lukis pada kertas putih tersebut. Ishaan sebagai tokoh utama penyebab diadakannya kompetisi itu tidak nampak batang hidungnya sejak awal. Pagi-pagi sekali Ishaan pergi dari asrama dan berkeliling di sekitaran sungai. Waktupun berlalu, murid kesayangan Pak Nikumb tak kunjung tiba. Pak Nikumb resah dan gelisah, kemana sebenarnya Ishaan pergi dan mengapa? Tapi pertanyaan tersebut tak berlangsung lama terbesit didalam hati pak Nikumb. Anak yang ditunggu-tunggu pun telah tiba. Tampak dari jauh, ia menuruni beberapa anak tangga. Pak Nikumb pun langsung berlari untuk memberikan lembaran kertas yang nantinya akan menjadi suatu karya yang menakjubkan.
Sama seperti guru-guru yang lain, Pak Nikumb pun juga mengikuti kompetensi tersebut, dan siapa sangka akan ada dua lukisan yang akan membuat orang takjub akan karya tersebut. Tentu saja dua orang tersebut adalah Ishaan dan Pak Nikumb itu sendiri. Dewan juri sangat kesulit dalam menentukan siapa yang menjadi pemenang dalam kompetisi tersebut. Lukisan yang menjadi pemenang akan dijadikan sebagai sampul buku tahunan. 
Setelah lama menimbang dan menilai lukisan siapa yang layak menjadi pemenang, maka terpilihlah lukisan Ishaan sebagai juara 1 dan lukisan pak Nikumb berada pada peringkat 2. Akhirnya, yang menjadi sampul buku tahunan pada halaman depan yaitu lukisan milik Ishaan dan pada sampul belakang terdapat Ishaan itu sendiri. Ya, lukisan yang dibuat oleh pak Nikumb adalah potret wajah anak kesayangannya tersebut. Kedua lukisan tersebut merupakan maha karya yang sangat luar biasa.
Sampailah pada hari pengambilan rapor. Orang tua Ishaan cemas dan takut bila anaknya tidak naik kelas lagi. Akan tetapi pemikiran-pemikiran tersebut bertolak belakang dengan kenyataan yang ada. Terjadi peningkatan yang signifikan terhadap hasil belajar Ishaan. Kepala sekolah dan guru-guru tidak henti-hentinya memuji anak ajaib tersebut. Terakhir yang dijumpai oleh orang tua Ishaan adalah Pak Nikumb, seorang yang luar biasa yang mampu mengubah dan mengerti apa yang dibutuhkan oleh anak didiknya. Orang tuanya pun menangis dihadapan Pak Nikumb dan sangat berterima kasih kepadanya.

Kelebihan dan Kekurangan
1.      Kelebihan
a.       Banyak terdapat pelajaran untuk orang tua dan guru
b.      Mampu menginspirasi banyak orang, khususnya kalangan guru
c.       Dapat memotivasi setiap individu dalam hal pendidikan
d.    Sangat jarang ditemui guru seperti Pak Nikumb yang mau mengorbankan jiwa dan raganya demi membuat anak didiknya berhasil

2.      Kekurangan
a.       Kurangnya dorongan dan dukungan yang diberikan oleh orang tua
b.      Orang tuanya tidak mengenal anaknya dengan baik
c.    Guru-guru yang tidak peduli dengan anak didiknya, tidak adanya usaha untuk membuat anak didik menjadi lebih baik, kecuali Pak Nikumb
d.   Membeda-bedakan antara anak yang sempurna dengan anak yang memiliki kekurangan mental atau fisik

Amanat
Apa yang kita lihat, kita rasakan. Dan apa yang tidak kita lihat, tidak kita rasakan. Tapi kadang-kadang, apa yang kita lihat sebenarnya tidak ada. Dan apa yang tidak kita lihat sebenarnya ada. (Ishaan Nandkishore Awasthi).
Jadi, jangan hanya menilai seseorang dari luarnya saja, karena tidak semua yang dapat kita lihat itu benar adanya. Tidak ada manusia di dunia ini yang tidak mempunyai bakat atau potensi. Selagi kita mampu mengolah dan mengembangkan bakat itu. Untuk mendapatkan mutiara yang cantik, kita harus mampu mangarungi lautan yang sangat dalam.

Kesimpulan
Taare Zameen Par adalah sebuah film edukasi yang mampu membius dan membuka lebar mata hati untuk peka terhadap dunia pendidikan. Kesungguhan dan semangat untuk berjuang dalam pendidikan sangat ditonjolkan dalam film ini. Berisi nasehat-nasehat dan makna yang mendalam untuk semua orang, khususnya bagi orang tua dan guru. Setiap makhluk yang diciptakan oleh Tuhan, pasti memiliki kelebihan dan bakatnya masing-masing. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Pak Nikumb bahwa “ setiap anak mempunyai permata didalam dirinya”.  




YELCY J. SULAINI
yelcyj.sulaini0201@gmail.com
PENDIDIKAN MATEMATIKA
UIN SULTAN SYARIF KASIM RIAU